TribunJatim/

Ada 150 Warga Tulungagung Gagal Menerima Bedah Rumah, Begini Penjelasannya

mendata calon penerima program bedah rumah di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Kabupaten Tulungagung

Ada 150 Warga Tulungagung Gagal Menerima Bedah Rumah, Begini Penjelasannya
Surya/David Yohanes
Kondisi rumah salah satu warga yang gagal mendapat mendapatkan bedah rumah. 

Pendataan itu sudah sesuai dengan pengarahan dari dinas.

Seluruh data sudah diserahkan ke CV yang mengontraknya, kemudian diteruskan ke dinas.

“Jadi sifatnya waktu itu masih pendataan. Selanjutnya dikirim ke dinas dan diajukan ke kementerian (perumahan rakyat),” ungkap Mustajudin.

Baca: Sambil Menangis Terisak, Millendaru Sampaikan Penyebab Ayahnya Meninggal Dunia, Terjatuh Lalu. . .

Mustajudin mengaku tidak ada lagi dengan program itu, karena kontraknya sudah habis.

Selama bertugas, Mustajudin mengaku sudah mendata 150 rumah di lima desa di Kecamatan Rejotangan.

Masing-masing di Desa Aryojeding, Sumberagung, Rejotangan, Tanen dan Desa Blimbing.

Sebelumnya empat warga Dusun Kedungmanten, Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan kecewa karena tidak kunjung menerima program bedah rumah.

Baca: Terlibat Penipuan, Pejabat Kemenpora Dituntut Hukuman 3 Tahun 6 Bulan

Padahal mereka sudah terlanjur membuat pondasi ukuran 5x10 meter.

Pondasi ini sebagai syarat untuk mendapatkan program bedah rumah.

Untuk membangun pondasi ini, bahkan ada yang sampai menjual sapinya. (David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help