Kasus OTT Bupati Jombang, Sejumlah Pejabat Setempat Diperiksa KPK

asca melakukan OTT terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli, KPK terus melakukan mengembangan kasus. Antara lain,

Kasus OTT Bupati Jombang, Sejumlah Pejabat Setempat Diperiksa KPK
Surya/Sutono
Citrawatie alias Cicik, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Jombang usai diperiksa KPK di Polres Jombang.(sutono) 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pasca melakukan OTT terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan mengembangan kasus.

Antara lain, lembaga antirasuah ini memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Jombang, Selasa (13/2/2018).

Pemeriksaan dilakukan di salah satu ruangan Polres Jombang. Mereka yang diperiksa antara lain Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tjitrawatie (Cicik) dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Abdul Qudus, serta Kepala Puskesmas Perak, Oisatin.

Dicegat awak media, Cicik mengakui dirinya diperiksa KPK. Bahkan dia juga sempat ditanyai tentang kenal apa tidak dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan Inne Silestyowati, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap jabatan.

Baca: Kecam Keras Penyerangan Gereja di Sleman Yogyakarta, Din Syamsudin: ini Sengaja Adu Domba

"Sempat ditanya tentang pekerjaan. Juga tentang kenal apa tidak dengan Bu Inna," kata perempuan berjilbab ini usai keluar dari ruang pemeriksaan di Polres Jombang.

Diberitakan, usai terkena OTT, Nyono ditetapkan sebagai tersangka kasus terima suap jabatan. Demikian pula dengan Inna yang diduga sebagai penyuap.

Baca: Gunakan Modus Rukyah, Oknum Guru di Jombang Diduga Cabuli Puluhan Siswinya

Uang yang diserahkan Inna kepada Nyono diduga berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi dari 34 Puskesmas di Jombang yang dikumpulkan sejak Juni 2017, total sekitar Rp 434 juta.

Plt Kepala Dinkes ini telah menyerahkan kepada Nyono Suharli Wihandoko sebesar Rp 200 juta pada Desember 2017.(Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help