Jajakan Diri, 7 Wanita Muda Bandung Digrerebek di Apartemen di Surabaya

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali membongkar trafficking (perdagangan manusia).

Jajakan Diri, 7 Wanita Muda Bandung Digrerebek di Apartemen di Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Empat pemuda asal Bandung saat rilis kasus usai diciduk Polrestabes Surabaya atas kasus perdagangan perempuan, Rabu (14/2/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali membongkar trafficking (perdagangan manusia).

Tujuh wanita muda asal Bandung dan sekitarnya digerebek di salah satu apartemen di Surabaya.

Tujuh wanita muda itu, dua merupakan mami atau mucikari, sedangkan lima merupakan wanita penghibur atau PSK.

Dua wanita mucikari yang 'menjual' lima temannya, yakni FQ (24) dan IR (19). Sedangkan lima wanita penghibur, yakni RS (16), AN (17), MR (21), SB (19), dan NB (19). Mereka berasal dari Bandung dan sekitaanya yang digerebek Selasa (13/2/2018).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan, awalnya FQ dan IR serta lima teman wanita datang dari Bandung ke Surabaya, 1 Februari 2018.

Baca: Fachri Albar Mengaku Lupa Asal Narkoba yang Dimiliki hingga Sebut Depresi, Berusaha Lindungi Teman?

"Mereka itu menyewa dan menginap tiga unit apartemen di daerah Manyar Surabaya," sebut Rudi di Mapolrestabea Surabaya, Rabu (14/2/2018) malam.

Begitu di Surabaya, FQ dan IR menawarkan korban melalui media sosial (medsos) twitter. Masing-masing korban mempunyai satu akun twitter yang di operasionalkan oleh tersangka (FQ/IR).

"Apabila ada yang berminat maka dilanjutkan chatting dengan tersangka untuk tawar menawar tarif. Setelah sepakat, selanjutnya ditentukan tempat bertemu dan melakukan hubungan badan," terang Rudi.

Baca: Soal Tunggakan Uang ke Klub, PT LIB Masih Bungkam

Biasanya, lanjur Rudi, pria hidung belang sudah menentukan hotel untuk tempat berbuat hubungan badan. Sehingga, tersangka meminta korban untuk berangkat ke hotel yang sudah disepakati.

"Tapi bisa saja gubungan badan dilakukan di apartemen tempat mereka menginap," tegas Rudi.

Rudi menuturkan, mereka sudah bertransaksi sebanyak tiga kali selama di Surabaya.
Tersangka sudah mulai mendapat pesanan dari pria hidung belang sejak 3 Februari 2018.(Surya/Fatkhul Alamy)

Penulis: Fatkhul Alamy
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help