Lagi, Gejolak Warga Ngebrak Kabupaten Kediri Dengan PT Merak Jaya Beton Kembali Memanas

Untuk kesekian kalinya, warga Ngebrak mendatangi Polsek Gampengrejo, Kabupaten Kediri , Jawa Timur guna mempertanyakan terkait izin

Lagi, Gejolak Warga Ngebrak Kabupaten Kediri Dengan PT Merak Jaya Beton Kembali Memanas
Surya/Mohammad Romadoni
Delapan perwakilan warga terdampak bocornya tangki semen milik PT Merak Jaya Beton menerima ganti rugi di balai Desa Ngebrak Kabupaten Kediri, Kamis (1/6/2017). 

TRIBUNJATIM.COM,KEDIRI - Gejolak antara warga dengan PT Merak Jaya Beton (MJB) kembali memanas.

Untuk kesekian kalinya, warga Ngebrak mendatangi Polsek Gampengrejo, Kabupaten Kediri , Jawa Timur  guna mempertanyakan terkait izin produksi MJB yang menempati tanah kas desa setempat, Rabu (14/2/2018).

Sejumlah Warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Peduli Lingkungan Insan Cendikia ini mempersoalkan perpanjangan izin PT MJB yang memproduksi bahan cor tersebut.

Padahal, perpanjangan kontrak produksi itu tidak sesuai dari nota kesepatakan yang ditandatangani oleh warga dan pihak PT MJB, pada Kamis silam (12/10/2017) di Polsek Gampengrejo.

Baca: Punya Suami Tentara, Begini Gaya Sederet Artis Ini Saat Pakai Seragam, No 2 Hilang dari Peredaran!

Adapun perjanjian tersebut, yakni antara kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik yang memperbolehkan pabrik beropeasi hingga batas akhir kontrak 1 Februari 2018.

Namun, kenyataannya perjanjian itu dilanggar, bahkan perpajangan izin PT MJB bersama pihak desa setempat dibuat secara sepihak.

Samsul Munir, koordinator warga mengatakan pihaknya mendatangi Polsek Gampengrejo untuk mempertanyakan sosialisasi perpanjangan izin PT MJB yang akan kembali beroperasi.

"Kami ingin kejelasan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Dipaparkanya, adapun poin nomor 12 pada perjanjian tersebut apabila ada perpanjangan izin maka akan melibatkan warga. Tetapi, pihak perangkat Desa setempat mengambil alih semuanya dan tidak melibatkan warganya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help