Ekspor Jawa Timur Sebesar USD 1,61 Miliar, Apa yang Jadi Komoditas Utamanya?

Januari 2018 ekspor paling besar berada di sektor non migas yang mencapai angka sebesar 10,45 persen atau USD 1,57 miliar.

Ekspor Jawa Timur Sebesar USD 1,61 Miliar, Apa yang Jadi Komoditas Utamanya?
Tribunjatim.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Ketua Badan Pusat Statistik Jawa Timur saat memaparkan terkait perkembangan ekspor impor Jawa Timur pada Januari 2018 di Kantor BPS Kendangsari Surabaya, Kamis (15/2/2018). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perkembangan ekspor di Jawa Timur pada bulan Januari 2018 naik sebesar 3,90 persen atau setara dengan USD 1,61 miliar.

"Angka ini (3,90 persen) lebih tinggi dibandingkan performance ekspor pada bulan Desember 2017," tutur Teguh Pramono, Kepala BPS Jawa Timur, Kamis (15/2/2018).

Sementara jika dibandingkan pada Januari 2017, angka tersebut naik mencapai 17,60 persen.

Teguh juga menuturkan, pada Januari 2018 ekspor paling besar berada di sektor non migas yang mencapai angka sebesar 10,45 persen atau USD 1,57 miliar.

"Ekspor di Jawa Timur ini didorong kembalinya pertumbuhan dari perhiasan permata, kayu, juga tembaga yang naik. Baik dari segi volume maupun dari harga," kata Teguh.

Untuk perhiasan permata sebesar USD 275,53 juta. Disusul oleh kayu sebesar USD 113,34 juta. Serta terakhir adalah tembaga yang mencapai USD 99,53 juta.

"Permata ini dari segi volume turun 20 persen dibandingkan Desember 2017. Akan tetapi, harganya naik dua kali lipat dari bulan Desember 2017. Tentu, ini tergantung dari kebutuhan juga kualitas barangnya. Bisa jadi kondisi barang lebih bagus. Serta, bentuk ekspornya ada perhiasan juga scarp," jelasnya.

Teguh menambahkan pula kalau ada tiga negara penerima barang ekspor non migas terbesar selama Januari 2018.

Ketiga negara tersebut adalah Jepang sebesar USD 0,26 miliar, Amerika Serikat sebesar USD 0,21 miliar, dan Tiongkok sebesar USD 0,10 miliar.

Sementara itu, ekspor migas di Jawa Timur pada bulan Januari lalu tergolong turun.

Mulanya dari USD 131 juta menjadi USD 43,86 juta atau turun sebesar 66,72 persen dibandingkan bulan Desember 2017.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help