Seminggu Sekali Gelar Pesta Sabu, Tiga Sekawan ini Pilih Rumah Desa Terpencil di Pasuruan

Ketagihan pesta sabu, tiga sekawan ini memilih rumah di desa terpencil sebagai kamuflase.

Seminggu Sekali Gelar Pesta Sabu, Tiga Sekawan ini Pilih Rumah Desa Terpencil di Pasuruan
ilustrasi sabu-sabu 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Upaya Satresnakroba Polres Pasuruan memberantas peredaran narkoba terus dilakukan.

Terbaru, Korps Bhayangkara ini menggerebek sebuah rumah di Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (18/2/2017) dini hari.

Rumah itu digerebek karena polisi mendapatkan informasi bahwa akan ada pesta sabu di situ.

Nah, dalam penggerebekan, polisi berhasil mengamankan satu tersangka, dan beberapa bukti lainnya yakni seperangkat alat sabu, dan sabu seberat 0,25 gram.

Kasat Narkoba Polres Pasuruan AKP Nanang mengatakan, dalam penggerebekan, sebenarnya ada tiga orang yang diduga kuat hendak pesta sabu.

Sayangnya, dua orang R dan S berhasil melarikan diri. Keduanya berhasil lolos setelah menjebol jendela belakang.

Sedangkan satu orang yang berhasil diamankan polisi yakni Nasihul Amin (26) warga Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

"Sebenarnya dia (Nasihul Amin) juga sempat mau melarikan diri. Dia lari dan berusaha menjebol pintu. Sayangnya, pintu itu sulit dijebol dan dia berhasil kami amankan," kata Nanang kepada Surya.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku sudah lama pesta sabu dengan R dan S. Tersangka mengaku minimal satu minggu sekali pesta sabu dengan dua temannya.

"Tiga orang ini teman sejak kecil. Mereka bersahabat. Bahkan, pesta sabu pun sering mereka lakukan bersama. Alasannya sederhana, ingin mendapatkan kepuasan. Bagi mereka, sabu bisa membuat mereka puas dan bahagia," tandasnya.

Menurut Nanang, tersangka ini tidak mengetahui dimana membeli sabu yang sering digunakannya untuk berpesta itu.

Kata tersangka, selama ini yang membeli sabu itu R. Nah, tersangka ini hanya ikut iuran. Saat ini, R dan S masih dalam pengejaran polisi.

"Kami masih kembangkan kasus ini. Setiap kali pesta, tersangka yang kami amankan ini mengaku hanya urunan Rp 50.000. Mereka biasanya beli satu pahe, dan digunakan bersama - sama," pungkasnya. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help