Apesnya Pria Ini, Curi Motor Ternyata Motor Itu Milik Keponakannya, Kini Masuk Bui

Tim Satuan Anti Kriminal Polres Pasuruan kembali berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Pasuruan

Apesnya Pria Ini, Curi Motor Ternyata Motor Itu Milik Keponakannya, Kini Masuk Bui
Surya/Galih Lintartika
Mufti Hakim saat diamankan Polisi. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Tim Satuan Anti Kriminal Polres Pasuruan (SAKERA) kembali berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Dalam penangkapan ini, Koprs Bhayangkara mengamankan satu tersangka. Dia adalah Mufti Hakim (31) warga Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Dia diamankan polisi di Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (27/2/2018) pagi. Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Satria Nopol N 2265 TJ.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso mengatakan, tersangka diamankan karena diduga kuat mencuri sepeda motor milik Samsul Huda (24) warga Dusun Janti , Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, yang kos di Desa Sidowayah, Kecamatan Beji.

Baca: Mengenal Budak Seks Kim Jong Un: Para Pemandu Sorak Korea Utara yang Melayani di Usia Remaja

“Tersangka dan korban ini masih saudara. Korban ini merupakan keponakan tersangka,” katanya kepada Surya.

Dia menjelaskan, dalam melakukan aksi ini, tersangka tidak sendirian. Dia didampingi temannya, yakni T, yang masih dalam pengejaran polisi.

Ceritanya, minggu lalu, T dan Mufti ini mencuri sepeda motor korban. Saat itu, sepeda motor korban diparkir di depan kos.

Tersangka dan T langsung mencuri sepeda korban dengan cara menggunakan kunci T. Tempat kunci dirusak, dan sepeda motornya dibawa lari.

“Nah, dua hari kemudian, korban ini cerita ke tersangka bahwa sepeda motor miliknya ini hilang. Dia jelaskan ciri – ciri sepeda motornya dan plat nomornya. Tersangka mencocokkan, ternyata sepeda motor yang dicurinya dengan T ini milik keponakannya,” jelas dia.

Baca: Kalahkan Mitra Kukar 3-1, Arema FC Lolos ke Semifinal Piala Gubernur Kaltim

Dikatakan Kasat, tersangka ini menelpon T. Dia sampaikan bahwa sepeda motor itu milik keponakannya dan meminta T untuk mengembalikannya.

Kebetulan, saat itu, sepeda motor korban belum dijual ke penadah. T menuruti permintaan tersangka ini, asalkan ada satu syarat yang harus diturutin. Syaratnya itu, T meminta tebusan dan dia akan mengembalikan sepeda motor milik tersangka.

“Tersangka menyanggupinya. Kala itu, T minta tebusan uang Rp 2,5 juta dan sepeda motor akan dikembalikan. Sebelum menyanggupi, tersangka ini sudah menyampaikan ke korban dan pakdenya. Termasuk uang tebusannya,” tegasnya.

Sayangnya, saat itu, kata dia, tersangka tidak jujur ke keluarga korban. Tersangka hanya menyampaikan bahwa sepeda motor korban ada di temannya. Dari situ, keluarga korban merasa curiga dan melaporkan tersangka ke polisi.

Baca: Mesin Pemecah Rusak, Evakuasi Material Longsor di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan Dihentikan

“Saat ini, kami masih mengembangkan kasus ini. Tersangka ini residivis. Dia pernah dibui dan baru keluar pada bulan Desember 2017 lalu,” ungkapnya.

Terpisah, Mufti mengaku mengenal T ini saat dipenjara. Ia mengaku sudah mengetahui T sebelum dipenjara. Setelah dirinya masuk penjara dan mau bebas, ia ketemu dengan T dan saling berkenalan. Ia bebas, T ini masuk bui.

“Setelah sama – sama bebas, kapan hari saya ketemu T, dan saya diajak untuk mencuri lagi,” katanya.

Ia mengaku langsung mengiyakan penawaran T ini. Kata dia, saat ini, dirinya masih tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia hanya berjualan daun pisang di pasar. Sedangkan, ia memiliki tanggung jawab untuk membesarkan anaknya yang masih berusia 3 tahun.

“Saya sudah cerai dengan istri sebelum masuk penjara dua tahun yang lalu. Saya single parents. Tapi jujur, kemarin baru satu kali diajak T mencuri, dan kebetulan motor yang dicuri milik keponakan saya sendiri. Saya rencana mau dikasih Rp 800 ribu kemarin. Saya sungguh menyesal,” pungkas dia. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help