PGRI Batal Menghimpun Sumbangan Untuk Dua Guru SMPN 2 Tulungagung

Sebuah surat dari pengurus Pesatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tulungagung menyebar antar telepon pintar.

PGRI Batal Menghimpun Sumbangan Untuk Dua Guru SMPN 2 Tulungagung
Surya/David Yohanes
Surat PGRI yang batal diedarkan. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sebuah surat dari pengurus Pesatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tulungagung menyebar antar telepon pintar (smartphone).

Surat itu berisi permintaan sumbangan, untuk biaya dua guru SMPN 2 Tulungagung yang terjerat kasus hukum.

Surat yang diberi nama Dana Solidaritas ini ditujukan kepada semua kepala sekolah, mulai dari SMP, MTS, SMA, SMK dan MA. Surat juga ditujukan kepada semua pengurus PGRI di Tulungagung.

Surat yang dibuat pada 13 Februari ini untuk menggalang dana solidaritas sesama anggota PGRI.

Secara khusus surat ini mengumpulkan dana untuk Rudy Bastomi dan Supraptiningsih, yang tengah disidang di pengadilan Tindan Pidana Korupsi (Tipikor).

Baca: Begini Kronologi Hujan Duit di Kuningan Jakarta Versi Warga Sekitar, Segini Nominal yang Dibagikan

Dana yang terkumpul nantinya untuk membantu beban hidup kedua guru itu. Pengumpulan dana dilakukan 17 Februari hingga 19 Februari 2018.

Surat juga ditembuskan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulunggaung, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungagung dan Kepala Kantor Kemenag Tulunggaung.

Kepala PGRI Tulungagung, Sugiarno membenarkan adanya surat penggalangan dana solidaritas itu.

Namun Sugiarno menegaskan, surat itu sudah dibatalkan. Surat itu sebatas diviralkan lewat telepon pintar namun belum dikirim secara resmi.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved