Bawaslu Jatim Dapat Laporan 'Politik Uang' di Pilbup Bangkalan, Para Kades Disebut Dapat Rp 10 Juta

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur menerima laporan dari warga Bangkalan terkait dugaan politik uang di Pilbub Bangkalan.

Bawaslu Jatim Dapat Laporan 'Politik Uang' di Pilbup Bangkalan, Para Kades Disebut Dapat Rp 10 Juta
Ilustrasi Pemilihan Umum 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur menerima laporan dari warga Bangkalan terkait politik uang di Pilbub Bangkalan.

Laporan tersebut dilayangkan M. Sholeh, seorang pengacara ke Kantor Bawaslu Jatim di Jalan Tanggulangin, Kota Surabaya, Rabu (28/2/2018) siang.

"Mereka ada ketidakpuasan dengan Panwaslu Bangkalan yang itu minta ditindaklanjuti oleh Provinsi," kata Tri Muda Ancas, Staf Hukum dan Penindakan Bawaslu Jatim.

Tri Muda mengatakan bahwa memang ada peraturan ketika Panwaslu Kabupaten/Kota tidak mampu menangani sebuah kasus maka bisa diambil oleh Bawaslu Provinsi.

(Menang Drama Adu Penalti Lawan Lazio, AC Milan Lolos Final Coppa Italia)

"Kita hanya bisa menerima dulu laporan ini, dan akan kita laporkan ke pimpinan sebagai bahan kajian selanjutnya," ucap Tri Muda.

Seperti diketahui pada hari Minggu (17/2/2018) M. Sholeh, melaporkan dugaan tindak pidana pemilu berupa politik uang yang dilakukan Cabup Pilkada Bangkalan, Farid Alfauzi ke Panwaslu Kabupaten Bangkalan.

Laporan itu menyebut, setiap kepala desa (Kades) diberi uang sebesar Rp10 juta di Rumah Farid di Surabaya untuk membantu pemenangan pada Pilkada Bangkalan 2018.

Namun ada empat kepala desa yang menyerahkan barang bukti berupa uang sebesar Rp 40 juta ke Panwaslu Bangkalan atas dugaan money politics tersebut.

(Sebulan, 2 Grup Medsos Kencan Sesama Jenis Terbongkar di Surabaya, Polisi Ungkap Dugaan Faktornya)

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved