Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Sajikan 3.000 Lontong Cap Go Meh

Klenteng Eng An Kiong Kota Malang menggelar perayaan Cap Go Meh, 15 hari setelah perayaan Imlek. Dan yang identik dengan perayaan Cap Go Meh

Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Sajikan 3.000 Lontong Cap Go Meh
TribunJatim/Aflahul Abidin
Perayaan Cap Go Meh di Aula Klenteng Eng An Kiong Kota Malang, Sabtu (11/2/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Klenteng Eng An Kiong Kota Malang menggelar perayaan Cap Go Meh, 15 hari setelah perayaan Imlek. Dan yang identik dengan perayaan Cap Go Meh adalah lontong.

Lontong Cap Go Meh, itulah lotong yang selalu ada ketika perayaan ini termasuk di Klenteng Eng An Kiong.

Jumat (2/3/2018) Klenteng Eng An Kiong menghidangkan lontong Cap Go Meh ini. Tahun ini klenteng ini menyediakan 3.000 piring lontong Cap Go Meh.

Ratusan umat Tri Dharma terlihat memenuhi klenteng itu. Mereka antre secara tertib untuk menikmati seporsi lontong itu. Sajian itu terdiri atas lontong, telor, ayam, sayur rebung, dan kuah opor.

Baca: Dukung Petani Hidroponik, Khofifah Gagas Jatim Agro

"Pagi ini pembagian lontong Cap Go Meh. Dan sorenya dilanjutkan dengan sembahyang bersama," kata Relawan Klenteng Eng An Kiong, Fadly Gunawan.

Menariknya lagi, tak hanya umat Tri Dharma saja yang datang untuk menikmati sajian lontong tersebut. Karena masih banyak lagi wisatawan dan warga sekitar yang datang untuk ikut menikmati lontong, dan menyaksikan keharmonisan antar umat beragama.

Baca: Ahli Kriminologi Universitas Brawijaya DR Priyo Djatmiko Yakin Agus Dibunuh

Dalam perayaan Cap Go Meh sendiri, lontong ternyata bukan sekadar sajian biasa. Karena di dalamnya jiga tersimpan makna. Bentuk lontong yang padat melambangkan panjang umur. Sementara telor yang disajikan bersama dengan lontong itu memiliki makna keberuntungan.

"Kuah santan opor yang berwarna kuning keemasan juga melambangkan emas dan keberuntungan," kata Executive Assistant Manager Hotel Tugu Malang Crescentia Harividyanti tentang makna lontong Cap Go Meh. (Surya/Sri Wahyunik)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help