Warga Dusun Kraja Ngadiluwih Kediri Protes PT KAI, Jalan Desa Jadi Gang Buntu

penutupan perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Krajan, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri

Warga Dusun Kraja Ngadiluwih Kediri Protes PT KAI, Jalan Desa Jadi Gang Buntu
Surya/Mohammad Romadoni
Perlintasan ka ditutup di ngasiluwih Kediri, desa jadi sepi 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kabul (60) turut merasakan dampak terkait penutupan perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dusun Krajan, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Ketua RT2/RW4 Dusun Krajan itu menyuarakan keinginan warganya agar pihak PT KAI Daop 7 Madiun membuka perlintasan tanpa palang yang terlanjur ditutup di desa setempat.

"Warga mau protes tapi takut," tuturnya kepada Surya, Jumat (2/3/2018).

Perlu diketahui, jalan desa di tempatnya ini adalah yang terkena penutupan perlintasan KA tanpa palang. Ada dua titik jalan yang ditutup oleh Daop 7 Madiun dari empat jalan desa di Dusun Krajan.

Dijelaskannya, saat itu warga melihat petugas pembongkar material cor yang berada di dekat rel kereta.

Baca: Heboh Pingsan di Nikahan Karena Mantan, 5 Cerita Serupa Tentang Kehadiran Eks Pacar Bikin Ngilu

Setelah itu, mereka memasang dua patok beton yang ditancapkan ke dalam tanah untuk menutup akses jalan desa pada pertengahan Februari 2018.

Sebenarnya, warga setempat ingin melarang namun takut, karena itu memang bukan hak mereka. Pihaknya mempertanyakan tentang toleransi dari PT KAI terkait penutupan itu.

"Banyak warga yang tahu saat penutupan tapi warga disini (Dusun Krajan) takut mau melarangnya,"

Dipaparkannya, dampak yang sangat terasa adalah kawasan itu yang tadinya ramai dilalui kendaraan bermotor, kini kondisinya sangat sepi. Ini terjadi pasca penutupan perlintasan KA tanpa palang pintu.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help