Kepala Korlantas Irjen Royke Lumowa Menyebut Hal Ini Dilarang Saat Mengemudi

Sopir atau pengendara tidak boleh menonton tayangan televisi maupun video, karena berbahaya bagi keselamatan.

Kepala Korlantas Irjen Royke Lumowa Menyebut Hal Ini Dilarang Saat Mengemudi
Tribun Jateng/akbar hari murti
Irjen Pol Royke Lumowa usai gelaran apel di Manahan, Solo, Senin (6/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Mengemudikan kendaraan butuh konsentrasi penuh sehingga pengemudi harus menjauhkan diri dari pengganggu konsentrasi.

Hal ini disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa menanggapi kontroversi soal interpretasi UU Lalu Lintas, bahwa mengemudi sambil mendengar musik atau merokok bisa dipidana.

Royke menyebut, yang tidak boleh yakni ‎menonton televisi ‎maupun video di dalam mobil.

“Sopir atau pengendara tidak boleh menonton tayangan televisi maupun video, karena berbahaya bagi keselamatan. Dengan menonton tayangan video, pengendara menjadi tidak fokus dan bisa berakibat fatal," kata jenderal bintang dua itu, Sabtu (3/3/2018).

Royke menjelaskan ‎mendengarkan radio dan musik tidak bertentangan dengan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Lantas bagaimana untuk pengendara sepeda motor? Diketahui banyak pemotor yang sering mendengarkan lagu melalui headset.

Terkait hal tersebut, kata Royke, hal tersebut tidak menjadi masalah asalkan volume suara tidak mengganggu pendengaran dan pengendara motor masih bisa mendengarkan klakson dari pengendara lain dan sebagainya.

Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved