Kodim Magetan Siap Cover Harga Gabah Petani

Komando Distrik Militer (Kodim) 0804 Magetan melakukan Operasi Penyergapan (istilah TNI membeli gabah/beras petani,

Kodim Magetan Siap Cover Harga Gabah Petani
TribunJatim/Hanif manshuri
Mentan Andi Amran Sulaiman saat panen raya 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Komando Distrik Militer (Kodim) 0804 Magetan melakukan Operasi Penyergapan (istilah TNI membeli gabah/beras petani, agar tidak jatuh ke tengkulak) di sejumlah wilayah teritorialnya.

Hal ini dilakukan untuk mengatrol anjloknya harga gabah petani hingga dibawah Harga Pokok Penjualan (HPP) standar Pemerintah.

"Tidak benar harga gabah di Magetan darurat, karena harga habah yang dibawah HPP itu hanya terjadi dibeberapa wilayah kecamatan," kata Komandan Kodim 0804 Magetan Letkol Arm Heri Bayu Widiatmoko kepada Surya, di markas Komando Rayon Militer (Koramil) Magetan kota, Sabtu (3/3-2018).

Dikatakan Dandim, TNI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerjasama untuk pengawasan komoditi gabah/beras, dan masing masing Kodim beserta jajaran mendapat perintah itu.

Baca: Kawal Sidang Putusan, DPW Partai Bulan Bintang Jawa Timur Berangkatkan 80 Anggota ke Jakarta

"Koperasi kami siap membeli gabah petani sesuai HPP. Jadi begitu kita mendapat informasi ada harga gabah tidak sesuai HPP, kita harus sergap gabah petani itu. Ini juga untuk mengatrol harga gabah petani, dan petani tidak dirugikan,"kata Letkol Heri Bayu Widiatmoko.

Menurut Dandim Heri, sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan yang harga gabah petani dibawah HPP pemerintah, yaitu Kecamatan Panekan, Plaosan dan Ngariboyo, sedang wilayah lain harga gabah dengan kualitas Gabah Kering Sawah (GKS) Rp 3800/kilogram - Rp 4000/kilogram.

"Kami siapkan dana untuk "menyergap" gabah yang dihargai dibawah HPP itu. Kami juga akan teliti, penyebab merosotnya harga gabah itu, kan banyak faktor," ujar Dandim yang mirip Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini.

Ia jelaskan, anjloknya harga gabah di sejumlah wilayah itu ada beberapa penyebab, diantaranya kadar air gabah masih tinggi, bulir gabah kosong dan busuk karena terendam air dan masih banyak lagi termasuk permainan tengkulak.

"Yang terpenting harga gabah rendah tidak di semua wilayah Kabupaten Magetan, kemungkinan hanya di tiga kecamatan dari 18 kecamatan yang ada. Jadi di Magetan tidak ada darurat harga gabah," kata Dandim Heri Bayu Widoatmoko.

Baca: Dekatkan Anak Melalui Festival Dolanan Anak di Royal Plaza Surabaya

Sebelumnya Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jatim Ahmad Nawardi yang dikonfirmasi terkait rendahnya harga gabah jauh dibawah HPP di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan, meminta pemerintah turun mendampingi petani.

"Kalau memang harga gabah dibawah HPP sebesar Rp 4200/kilogram dengan kualitas Gabah Kering Sawah (GKS), pemerintah dari Kabupaten/Walikota, Provonsi hingga Kementerian Pertanian, harus turun mendampingi petani, agar petani tidak dirugikan,"tandas Ahmad Nawardi. ( Surya/Doni Prasetyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved