Pilkada Bojonegoro

Nekat Hadir Di Acara PKH, Kuswiyanto Dipanggil Panwaskab. Ini yang Terjadi.

Calon Wakil Bupati Bojonegoro, Kuswiyanto hadir di kantor Panwaskab memenuhi panggilan.

Nekat Hadir Di Acara PKH, Kuswiyanto Dipanggil Panwaskab. Ini yang Terjadi.
DOK. HUMAS PEMKAB BOJONEGORO
Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa (tengah), saat memberikan plakat kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto yang didampingi seorang anggota DPR RI, Kuswiyanto usai memberikan bantuan PKH non tunai di desa Dolog Gede Kecamatan Tambakrejo dalam release yang diterima TribunJatim.com, pada Sabtu (24/6/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Calon Wakil Bupati Bojonegoro, Kuswiyanto hadir di kantor Panwaskab memenuhi panggilan.

Cawabup pasangan Mafudhoh Suyoto itu dipanggil karena nekat menghadiri acara pencairan dana program keluarga harapan (PKH), Kecamatan Gondang, Temayang, Baureno dan Balen, Jumat kemarin.

Kuswiyanto diperiksa komisioner Panwaskab sekira pukul 16.00 WIB sampai 19.00 WIB.

Ketua Panwaskab Bojonegoro M Yasin mengatakan, pemanggilan terhadap Kuswiyanto dilakukan dalam rangka pemeriksaan.

Baca: Bertemu Persebaya, Mantan Tim Asuhan, Iwan Setiawan : Tak Ada Yang Istimewa

Karena, cawabup dari nomor urut dua itu telah datang di acara PKH yang diselenggarakan di kantor kecamatan.

"Masih kita periksa, kita klarifikasi dulu," terang Yasin saat dikonfirmasi Tribunjatim.com, Sabtu (3/3/2018).

Yasin menjelaskan, masalah temuan ini juga telah menjadi pembahasan internalnya. Semua komisioner juga membahas, mengkaji, dan selanjutnya akan diplenokan.

"Masih kita bahas, ditunggu saja dulu nanti hasilnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kuswiyanto saat dikonfirmasi menyatakan, kedatangannya di acara pencairan PKH hanya sebatas perpisahan.

Baca: Kisah Wanita Hidup Bersama Mayat Ibunya Selama 30 Tahun hingga 6 Fakta Misterius Istri Kim Jong Un

Sebab, dulu sebelum mencalonkan sebagai cawabup, Kang Kus sapaan Kuswiyanto merupakan anggota DPR RI yang membidangi program kesejahteraan sosial.

"Saya datang untuk pamitan, tidak ada acara kampanye," tutup Kuswiyanto.

Kuswiyanto diduga melanggar Peraturan KPU (PKPU) no 4 tahun 2017, terkait penggunaan fasilitas Pemerintah untuk kampanye.(nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help