Study Tour ke Bali yang Digelar SMPN Favorit ini Diprotes Wali Murid

Kebijakan SMPN Favorit ini mewajibkan siswa kelas VIII ikut study tour ke Bali diprotes wali murid. Akibatnya ...

Study Tour ke Bali yang Digelar SMPN Favorit ini Diprotes Wali Murid
SURYA/DONI PRASETYO
SMPN 1 Magetan 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kebijakan SMPN 1 Magetan mewajibkan siswa kelas VIII mengikuti study tour ke Bali, selama empat hari diprotes sejumlah wali murid.

Seorang wali murid SMPN 1 Magetan mengatakan, study tour ke Bali ini wajib diikuti siswa kelasa VIII. Siswa yang tidak ikut dan tidak menandatangani persetujuan ikut kegiatan tersebut diminta mengahadap Kepala Sekolah.

"Karena dimita menghadap inilah, saiapapun pasti ciut nyali bila tak setuju dengan kebijakan Kepala Sekolah. Sehingga orangtua pasti akhirnya setuju, meski sangat berat dari sisi biaya," tegasnya, kepada Surya, Minggu (4/3/2018).

Padahal, study tour, lanjutnya merupakan kegiatan yang tidak ada kaitan dan pengaruh dengan pendidikan.

"Justru kegiatan itu memberatkan orangtua wali murid. Meski begitu tidak satu pun orangtua yang protes menolak," tandasnya.

Dikatakan, SMPN 1 Magetan merupakan sekolah favorit, mayoritas siswa yang sekolah disiitu anak kaum berada, dan anak para pejabat.

Untuk study tour setiap siswa diminta membayar sebesar Rp 850 ribu. Ini belum termasuk uang saku anak, yang minimal sebesar Rp 500 ribu atau hitungan orangtua bisa untuk transpor Bali - Magetan.

"Ini study tour sekolah, tapi kumpul dan berangkat dari GOR. Kemungkinan takut diketahui masyarakat. Apalagi, siswa yang berangkat naik motor, dari rumah ke GOR, kesulitan untuk menitipkan motornya. Mohon Satgas Saber Pungli, kalau masih ada, menyelidiki pungli Study Tour ini," imbuh wali murid ini.

Kepala SMPN 1 Magetan Setyo Budi yang dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan study tour itu, tapi menyangkal kegiatan itu wajib diikuti oleh siswa kelas VIII.

"Benar ada kegiatan Study Tour, tapi tidak wajib. Tolong di cek surat edaran atau pemberitahuan sekolah ke orangtua klas VIII," tegasnya, kepada Surya, Minggu (4/3/2018).

Menurut Budi, kegiatan study tour itu merupaakan hasil rapat para siswa, dan bukan program sekolah, apalagi program Kepala Sekolah.

"Makana, anak anak yang tidak mampu justru kami bebaskan (tetap ikut)," tegasnya. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved