TribunJatim/

Jalan Raya Alternatif di Kecamatan Kunjang dan Pagu Kabupaten Kediri Rusak Parah

Kerusakan jalan tersebut hampir merata puluhan kilometer, mulai dari Kecamatan Kunjang hingga Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Jalan Raya Alternatif di Kecamatan Kunjang dan Pagu Kabupaten Kediri Rusak Parah
Surya/Mohammad Romadoni
Warga menanam pohon pisang sebagai penanda jalan rusak di Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Warga mengeluhkan kerusakan infrastruktur jalan raya di sepanjang jalur alternatif favorit menuju ke Kediri.

Jalan raya yang biasanya dipakai untuk pengalihan arus lalu lintas jika terjadi kemacetan di jalur Simpang Mengkreng ini kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Kerusakan jalan tersebut hampir merata puluhan kilometer, mulai dari Kecamatan Kunjang hingga Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Warga setempat bahkan menanam pohon pisang ditengah jalan untuk menandai jalan raya yang berlubang di Kecamatan Plemahan.

Baca: Modal BPKB Palsu, Pria Asal Kalimantan ini Ditangkap Polisi Tulungagung, Ajukan Pinjaman Rp 70 Juta

Selain itu mereka memasang keranjang sampah di tengah jalan sebagai penanda jalan rusak. Setidaknya, terdapat empat titik keranjang sampah yang ditaruh di jalan tepatnya di depan Pasar tradisional Kunjang.

Siswoyo, warga setempat mengatakan kerusakan jalan ini semakin parah sehingga banyak jalan yang berlubang. Adapun lubang jalan itu bervariatif sedalam sekitar 10 sentimeter hingga 20 sentimeter.

"Hampir merata jalan rusak dan berlubang," tuturnya kepada Surya, Selasa (6/3/2018).

Menurut dia, kerusakan jalan itu terkesan diabaikan oleh pemerintah daerah yang hingga saat ini tidak kunjung ada perbaikan jalan.

Baca: Martil Bikin Ahmad Tewas di Tangan Bapak Kandungnya, Saat Sang Ibu Tak Punya Uang Rp 10 Ribu

Apalagi, akses jalan alternatif ini setiap hari ramai dilalui kendaraan truk bermuatan yang berpotensi akan membuat kondisi jalan semakin parah.

"Truk bermuatan pasir yang tiap hari lewat sini, tidak terhitung jumlahnya banyak banget," ujarnya.

Baca: Berlibur ke Jepang, 5 Oleh-oleh Bertema Bunga Sakura ini Wajib Kamu Bawa Pulang, yang Terakhir Unik!

Warga sempat berulang kali memperbaiki jalan secara swadaya yakni menutup lubang jalan memakai material cor. Namun, perbaikan jalan oleh warga itu hanya bertahan sepekan. Jalan berlubang itu kembali rusak.

"Sering terjadi kecelakaan gara-gara jalan berlubang," imbuhnya. ( Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help