Terapi Alternatif Bekam Banyak Diminati Masyarakat Kediri

bekam, akupunktur dan kiroplastik atau pijat urat yang berlangsung di Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri,

Terapi Alternatif Bekam Banyak Diminati Masyarakat Kediri
kolase
Bekam 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Komunitas Cakra Buwana menggelar pengobatan terapi alternatif untuk penyembuhan penyakit. Terapi alternatif dilakukan dengan bekam, akupunktur dan kiroplastik atau pijat urat yang berlangsung di Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Minggu (11/3/2018).

Ada puluhan pasien yang berobat pada kegiatan bakti sosial yang berlangsung di kediaman Agus Cahyono. Rata-rata pasien yang datang dengan keluhan sakit tekanan darah tinggi, saraf kejepit, asam urat dan mioma.

Ada belasan terapis yang disiapkan untuk melayani masyarakat yang ingin berobat. Terapi sendiri dilakukan setelah mengetahui keluhan yang dirasakan oleh pasien.

Pasien yang mengeluh sakit tekanan darah tinggi dan asam urat diberikan terapi bekam. Sedangkan pasien saraf kejepit dan mioma diterapi dengan akupunktur.

Baca: Marah Dianggap Bohong Perihal Video, Lucinta Luna Bocorkan Kebiasaan Mike Lewis Terkait Para Wanita

Terapi bekam sendiri sangat populer di masyarakat sehingga mayoritas pasien yang berobat pada kegiatan baksos meminta diterapi bekam.

Menurut Agus Cahyono, panitia baksos, kegiatan bakos yang digelar di rumahnya merupakan kegiatan rutin setiap minggu. Lokasinya berganti-ganti menyesuaikan dengan permintaan.

"Rencananya kami baksos di Kampung Inggris Pare, tapi kemudian dipindah ke Desa Bogem. Pasien yang datang juga lumayan banyak," ungkapnya.

Baca: 5 Fakta Tank Tenggelam di Purworejo, Teriakan Sopir hingga Prajurit Meninggal usai Selamatkan Murid

Sedangkan pelaksanaan terapi sendiri melihat kondisi pasien. Jika penyakitnya sudah masuk kategori berat terapinya biasanya lebih dari sekali, kalau masih ringan cukup sekali terapi sudah banyak perubahan.

"Meski persiapan kami mendadak, animo masyarakat yang datang berobat lumayan banyak," ungkapnya. (Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help