3 Hari Hilang, 4 Santri Korban Perahu Terbalik di Perairan Madura Ditemukan, Begini Kronologinya

Empat siswa MA Pondok Pesantren Abu Hurairah korban perahu tenggelam di perairan Sapeken Madura berhasil ditemukan.

3 Hari Hilang, 4 Santri Korban Perahu Terbalik di Perairan Madura Ditemukan, Begini Kronologinya
Dok. Polsek Sapeken
Proses pencarian hari ketiga terhadap empat korban kecelaka laut akibat perahu terbalik di Perairan Pulau Seredeng Besar, Pulau Sapeken, Sumenep, Sabtu (10/3/2018). Hasilnya masih nihil dan korban belum ditemukan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Empat siswa MA Pondok Pesantren Abu Hurairah korban perahu tenggelam di perairan Sapeken Madura berhasil ditemukan.

TIM SAR menemukan keempatnya pada Minggu (11/3/2018), sekitar tiga hari pasca peristiwa naas terjadi.

Empat tersebut yakni Maya Puspita Dewi (16), Nur Khalik Mahmudi (16),  Nur Fadila (16), Fathul Farihin (17). 

Seorang Petugas Tim SAR, Octavino menuturkan bagaimana kronologi pencarian tersebut.

(Pamer Keromantisan, Status Pernikahan Nikita Mirzani Diributkan Netizen Karena Videonya Bareng Pacar)

"Pada Kamis (11/3/2018) Kapal Rakyat di Pulau Sapeken mengantar rombongan siswa Pondok Pesantren pengajian, dalam satu jam perjalanan kapal miring ke kanan dan terbalik," terangnya pada TribunJatim.com.

Saat itu, koordinat terbaliknya perahu yakni 07°07.092’S - 115°34.947’E dengan kondisi cuaca yang berawan.

Usai menerima laporan itu, Tim SAR bergegas menuju lokasi membawa enam peralatan utama, yakni KN SAR 225 Widura, 1 Unit Perahu Karet, 1 Unit Sekoci, Peralatan Medis, Peralatan Komunikasi, sampai Perlengkapan Water Rescue Lengkap.

Ada pula Basarnas Surabaya, Polair Surabaya, Polres Sumenep, Polair Sapeken, Polsek Sapeken, Koramil Sapeken, KPLP Sapeken, nelayan hingga masyarakat setempat terlibat dalam pencarian itu.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help