Indonesia Butuh Arsitek yang Tak Hanya Bisa Membangun Bangunan Ala Eropa Saja

Selama ini pembangunan di dunia dan Indonesia khususnya mengacu pada desain gedung Eropa.

Indonesia Butuh Arsitek yang Tak Hanya Bisa Membangun Bangunan Ala Eropa Saja
TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRIYO PRABOWO
PT Propan Raya bersama FADP – ITS menggelar acara Seminar dan Sarasehan Arsitektur Nusantara di Hotel AYOLA La Lisa, Senin (12/3/2018). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selama ini pembangunan di dunia dan Indonesia khususnya mengacu pada desain gedung Eropa.

Hal tersebut disampaikan oleh Josef Prijotomo, guru besar Fakultas Arsitektur, Desain dan Perencanaan (FADP) ITS disela Seminar dan Sarasehan Arsitektur Nusantara 2018 di Hotel AYOLA La Lisa, Senin (12/3/2018).

Melihat kondisi tersebut, lanjut Josef, Indonesia yang sedang membangun sektor perekonomian pariwisata di 10 daerah ini harus tampil beda.

“Terlebih jika mengacu pada sektor pariwisata Bali, Tiongkok, Brasil dan Mongolia yang maju adalah sektor pariwisata lokal,” Jelas Prof Josef.

“Sebab semuabdaerah yang sektor pariwisatanya maju menggunakan konsep kearifan lokal,” lanjutnya.

Perpaduan konsep nusantara dan modern sangat dibutuhkan.

Terutama untuk membangun Indonesia wilayah timur yang terdiri dari kepulauan.

Sehingga pembangunan tak akan merusak kebudayaan Indonesia yang bineka tunggal ika.

Oleh sebab itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Propan dan ikatan Alumnus ITS membentuk tema Arsitektur Nusantara 2018.

Halaman
123
Penulis: Manik Priyo Prabowo
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help