BPPT Kerjasama dengan PT INKA, Tujuannya ini. . .

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi akan membantu PT INKA dalam pengerjaan kereta Light Rail Transit Jabodebek dari PT Kereta Api

BPPT Kerjasama dengan PT INKA, Tujuannya ini. . .
TRIBUNNEWS.COM
Peluncuran contor produk monorel PT Inka, beberapa waktu lalu. 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan membantu PT INKA (Persero) dalam pengerjaan kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dari PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero).

Hal itu disampaikan, Kepala BPPT Dr. Ir. Unggul Priyanto, usai melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BPPT dengan PT INKA (Persero), Selasa (13/3/2018) siang.

Unggul menuturkan, BPPT berkomitmen mendukung PT INKA dalam pengerjaan pesanan sebanyak 31 train-set atau rangkaian kereta LRT Jabodebek, yang ditargetkan selesai pada 2009, mendatang.

"Hari ini kami melakukan kerjasama, yang intinya BPPT siap membantu PT INKA dibidang pengkajian dan penerapan teknologi," kata Unggul usai berkeliling di pabrik industri PT INKA, Madiun, (13/3/2018).

Baca: Ngaku Kelahiran 1989, Roro Fitria Disebut Umur 28 Tahun di Wikipedia, Ini Reaksi Mantan Pengacaranya

Kontrak kerjasama selama sepuluh bulan ke depan itu meliputi review, validasi, dan verifikasi desain, Reliability Availability Maintainability and Safety (RAMS), project management, serta pengawasan terhadap quality process.

Kerjasama ini, kata Unggul bertujuan untuk menunjang pengembangan dan pembangunan industri perkeretaapian nasional, khususnya proyek pembangunan LRT Jabodebek yang dikerjakan PT. INKA.

Harapannya, kedepan dengan adanya kerjasama ini Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) LRT Jabodebek yang selama ini hanya sekitar 46 persen, dapat meningkat menjadi 70 persen.

"Perkirakan TKDN-nya saat ini sekitar 46 persen. Tapi kalau propulsinya (mesin penggerak) bisa kita ambil alih produksinya, TKDN-nya bisa 70 persen. Ini sekarang kami mengarah ke sana," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Teknologi dan Komersialisasi PT INKA, Agung Sedaju mengaku senang dengan adanya kontrak kerjasama dengan BPPT. Sebab, selama ini verifikasi dan pengecekan dilakukan PT INKA sendiri.

Baca: Surabaya Black Hat Keruk Keuntungan Sebesar Rp 200 Juta

"Dengan adanya MoU, ada third party yang ngecek pekerjaan PT INKA. Selama ini kami mengerjakan sendiri, nggak ada yang mengawasi dan ngecek. Dengan adanya BPPT akan meningkatkan daya saing," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pengerjaan LRT Jabodebek baru tahap proses desain. Dia berharap, dengan kerjasama ini juga dapat mempercepat pengerjaan proyek LRT Jabodebek.

"Baru proses desain, sudah 70 persen. Nanti setelah BPPT gabung karena sudah kontrak, akan mengakselerasi itu," imbuhnya. (Surya/Rahadian bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help