Hacker Surabaya Terciduk

Hanya Butuh Waktu Lima Menit untuk Kelompok Hacker Surabaya Bobol Situs Sasaran

Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, kelompok Surabaya Black Hat hanya butuh 5 menit untuk peretasan.

Hanya Butuh Waktu Lima Menit untuk Kelompok Hacker Surabaya Bobol Situs Sasaran
Kompas.com/Sherly Puspita
Tiga tersangka dalam kasus peretasan website di 40 negara, Surabaya Black Hat yang ditangkap di Surabaya, Jawa Timur telah tiba di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018). 

TRIBUNJATIM.COM - Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, kelompok Surabaya Black Hat hanya butuh 5 menit untuk melakukan peretasan.

"Hanya lima menit saja," ujar Roberto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018).

Ia mengatakan, para tersangka mengaku melakukan peretasan dengan dalih melakukan penetration testing pada suatu sistem.

Penetration test (pentest) merupakan sebuah metode untuk melakukan evaluasi terhadap keamanan sebuah sistem dan jaringan komputer dengan cara melakukan sebuah simulasi serangan (attack).

(Diduga Retas Ratusan Sistem, Pria Asal Sawahan dan Gubeng Surabaya Ditangkap FBI dan Polisi)

Roberto menyebutkan, pentest yang dilakukan para tersangka bersifat ilegal.

"Kamu punya sistem nih, kamu wartawan Kompas. Saya akan kirim dulu ke admin nama saya Roberto. Saya punya sertifikat ethical hacker, saya mau mengadakan penetration testing, saya akan punya 3 IP yang akan saya pakai 3 IP Address anda mengizinkan atau tidak itu terserah anda, itu yang legal," kata Roberto.

Jika admin mengizinkan, ethical hacker baru akan melakukan pentest dalam batas waktu tertentu.

"Lha kalau ini kayak orang mau masuk rumah tapi enggak izin. Dia main hack saja lalu mengirimkan email kepada admin sebagai pemberitahuan kalau sistemnya telah diretas dan minta uang tebusan. Ini cuma lima menit prosesnya," katanya.

(7 Fakta 3 Mahasiswa Surabaya Ditangkap FBI Karena Retas 600 Website, Nomor 6 Ungkap Kejahatan Lain)

Halaman
12
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help