Menristekdikti Bakal Bikin Program Mahasiswa Perguruan Tinggi Kuliah Tanpa Wajib Berangkat ke Kampus

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir mengungkapkan saat ini tengah mengembangkan kultur baru perkuliahan di Indonesia.

Menristekdikti Bakal Bikin Program Mahasiswa Perguruan Tinggi Kuliah Tanpa Wajib Berangkat ke Kampus
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ayu Mufidah KS

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir mengungkapkan saat ini tengah mengembangkan kultur baru perkuliahan di Indonesia.

Yakni semua mahasiswa tidak harus mendapat materi pembelajaran mata kuliah dari tatap muka langsung bersama dosen.

Melainkan dengan pembelajaran melalui sistem online dengan bimbingan di bawah dosen kuliah.

Hal tersebut diyakini lebih efektif mengingat satu dosen bisa memberikan ratusan bahkan seribu mahasiswa langsung.

"Sekarang kuliah harus tatap muka. Perbandingannya 1 dosen untuk 20 mahasiswa misalnya. Ke depan, tidak ada ruang kuliah lagi. Satu dosen bisa mengajar untuk 1.000 mahasiswa. Artinya tidak terbatas. Tapi tujuannya untuk mencakup seluruhnya dengan tetap menjaga mutu kualitas pengajaran," ujarnya usai memberikan Kuliah Umum di Kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema), Selasa (13/3/2018).

Menurut Muhammad Nasir sistem pembelajaran tersebut lebih efektif dibanding dengan pertemuan langsung di dalam kelas.

Lulusan University Sains Malaysia (USM) Penang, ini menyebut Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi siap mmebuka kesempatan bagi kampus-kampus yang ingin melaksanakan program tersebut.

Ia juga menegaskan jika saat ini pihaknya akan segera membentuk Cyber University yang bertugas untuk membantu hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah yang ingin dipublikasi.

"Kami akan bentuk Cyber University. Tugasnya apa? Yaitu mereview semua mata kuliah yang akan dipublikasikan sebelum dipublikasikan. Dia harus direview sesuai standar mutu atau tidak, sesuai capaian atau tidak, sesuai standar proses atau tidak tidak, dan sesuai standar input atau tidak," jelasnya.

Penulis: Ayu Mufidah Kartika Sari
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved