Sidang Lanjutan Dana Hibah Pemkot Surabaya Terkait KUB Cahaya, Hakim Datangkan Saksi dari Dewan

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya menggelar sidang lanjutan kasus dana hibah Pemkot Surabaya, dengan agenda pemberitaan saksi.

Sidang Lanjutan Dana Hibah Pemkot Surabaya Terkait KUB Cahaya, Hakim Datangkan Saksi dari Dewan
TRIBUNJATIM.COM/SYAMSUL ARIFIN
Dua saksi kasus dana hibah Pemkot Surabaya terkait KUB Cahaya disumpah di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (13/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menggelar sidang lanjutan kasus dana hibah Pemkot Surabaya, dengan agenda pemberitaan saksi, Selasa (13/3/2018).

Kasus tersebut menjerat terdakwa Sugeng Rahardjo dan Hery Setyawan selaku Ketua dan Wakil KUB Cahaya.

Sidang tersebut mendatangkan dua saksi, yaitu Suparjo pemilik CV Putra Mandiri, dan anggota dewan Khusnul Khotimah.

Sebelum dimulai, dua saksi disumpah oleh Hakim ketua, Wiwin Arodawanti.

Lalu majelis hakim menanyakan terkait pembelian mesin cetak.

(Datang ke Kantor Dubes RI di Singapura, Tim Sapuangin ITS Surabaya Dapat Pesan Ini)

Parjo pun menuturkan harga dari mesin serta proses pembayaran dan pembiayaan.

“Pertama kali pada bulan Maret 2014, mesin cetaknya saya dapat dari Jakarta, mesin potong dari Surabaya. Mesin cetak seharga Rp 172 juta, mesin potong Rp 25 Juta. Terkait pendanaan saya tidak tahu darimana, pembayarannya dua kali. Pertama, menyerahkan uang. Kedua, menyaksikan bahwa mesin sudah datang,” jelasnya kepada majelis hakim, Selasa (13/3/2018).

Informasi sebelumnya, CV Putra Mandiri yang berlokasi di Dukuh Setro, Surabaya ini, diduga diganti dengan KUB Cahaya dengan hanya menempelkan stiker oleh terdakwa Sugeng saat kasus masuk ke Kejari Tanjung Perak.

Halaman
123
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help