Hacker Surabaya Terciduk

Para Hacker yang Ditangkap di Surabaya Mengaku Bisa Keruk Duit Sampai Rp 200 Juta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, menjelaskan para tersangka menghack atau merusak sistem elektronik milik korban

Para Hacker yang Ditangkap di Surabaya Mengaku Bisa Keruk Duit Sampai Rp 200 Juta
ISTIMEWA
Subdit IV Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya pengungkapan perkara ilegal akses terhadap sistem elektronik milik orang lain yang dilakukan oleh Kelompok Hacker Asal Surabaya. Ketiga tersangka itu berinisial NA, KPS, ATP 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, menjelaskan para tersangka menghack atau merusak sistem elektronik milik korban.

Setelah merusak sistem, tersangka mengirim email ke korban untuk membayar sejumlah uang.

"Pembayaran dilakukan melalui akun PayPal atau akun bitcoin. Apabila korban tidak mau membayar maka tersangka akan menghancurkan sistem milik korban," ujar Kombes Argo saat dihubungi Surya, Selasa (13/3/2018).

Baca: 7 Fakta 3 Mahasiswa Surabaya Ditangkap FBI Karena Retas 600 Website, Nomor 6 Ungkap Kejahatan Lain

Penangakapan yang dilakukan Tim Satgas Cyber Polda Metro Jaya membutuhkan waktu sekitar dua bulan berkat informasi dari FBI Amerika Serikat. Bahwasanya ada aktifitas peretasan yang dilakukan oleh sekelompok orang dari Indonesia.

"Dari situ akhirnya menemukan dugaan bahwa akses illegal dilakukan sekelompok hacker di Surabaya yang menamakan diri mereka sebagai Surabaya Black Hat (SBH)," papar mantan Kabid Humas Polda Jatim ini.

Baca: 3 Hacker Surabaya Ditangkap FBI dan Polda Metro Jaya, Retas Ratusan Website hingga Masih Mahasiswa

Berdasarkan bukti yang dimiliki penyidik, kelompok ini sudah bekerja terhadap 3.000 sistem elektronik di seluruh negara termasuk Indonesia yaitu Thailand, Australia, Turki, UEA, Jerman, Perancis, Inggris, Swedia, Bulgaria, Ceko, Taiwan, Cina, Italia, Kanada, Argentina, Pantai Gading, Korea Selatan, Cillie, Kolombia, India, Singapura, Irlandia, Meksiko, Spanyol, Iran, Nigeria, Rusia, New Zealand, Rumania, Uruguai, Belgia, Hongkong, Alabania, Dubai, Vietnam, Belanda, Pakistan, Portugal, Slovenia, Kep. Caribian, Maroko, Libanon.

"Sesuai pengakuan tersangka, pendapatan yang mereka peroleh dalam kejahatan selama tahun 2017 berkisar antara Rp 50 juta – Rp 200 juta," tandas Kombes Argo. Mif

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved