Penilaian Adipura di Bangkalan Terdongkrak RTH, Sampah Jadi Titik Lemah

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bangkalan menjadi salah satu faktor pendongkrak dalam perolehan 75,94 poin saat Penilaian Tahap I (P1) Adipura

Penilaian Adipura di Bangkalan Terdongkrak RTH, Sampah Jadi Titik Lemah
Surya/Ahmad Faisol
Jalur kembar di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta menjadi salah satu Ruang Terbuka Hijau yang mampu mendongkrak perolehan poin dalam penilaian Adipura 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bangkalan menjadi salah satu faktor pendongkrak dalam perolehan 75,94 poin saat Penilaian Tahap I (P1) Adipura. Namun, pengolahan sampah menjadi titik lemah Bangkalan untuk mendapatkan penghargaan Adipura.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan Ishak Sudibyo mengungkapkan, tahap P2 diprediksi akan dilakukan dalam minggu ini. Untuk itu, pihaknya terus berupaya mempertahankan perolehan poin di tahap P1.

"Penilaian tertingi Adipura, sekitar 60 persen, ada di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Sementara kami lemah di TPA dan pengelolaan sampah," ungkap pria yang akrab disapa Yoyok itu, Rabu (14/3/2018).

Dalam beberapa tahun terakhir, sampah seolah menjadi bola salju bagi DLH Kabupaten Bangkalan. Satu-satunya TPA di Desa Buluh, Kecamatan Socah saat sudah overload.

Baca: BREAKING NEWS - Jacksen F Thiago Ngamuk Wasit

TPA seluas 2,5 hektare itu saat ini sudah tak mampu menampung sampah dari rumah tangga dan rumah makan yang telah mencapai angka 204 kubik per hari.

Sedangkan penilaian Adipura khusus TPA oleh tim dari Provinsi Jawa Timur, Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, memiliki 27 item penilaian.

Yoyok menjelaskan, 27 item penilaian khusus TPA itu meliputi jalan masuk, kondisi lokasi, rambu-rambu, hingga pemetaan zona-zona.

"Kami sudah memenuhi 27 item namun belum maksimal, belum bisa dikatakan layak. Apalagi TPA kami masih menggunakan sistem control landfill, bukan sanitary landfill," jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya dalam beberapa minggu terakhir terus berupaya memaksimalkan TPA yang ada guna mempertahankan poin.

Baca: Dosen Stikom Sempat Sentil Mahasiswa Agar Tak Meniru Jejak 3 Pelaku Hecker

"Termasuk terus memakasimalkan sejumlah titik-titik RTH seperti di Jalan Soekarno-Hatta, halaman belakang Kantor Pemda Bangkalan dan di Taman Paseban," pungkasnya.

Sekedar diketahui, Undang-undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan, total luas RTH sebagai pemenuhan ruang nusantara dalam mewadahi aspek-aspek penting masyarakat harus memiliki luas 30 persen dari luas wilayah kota. Dengan rincian, 20 persen RTH Publik dan 10 persen RTH Private. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help