Kampanyekan Stop Bullying, Siswa Thailand Jajal Rasanya Mendalang

Maraknya kasus Bullying Hal itu mendasari kampanye tukar budaya oleh SMP Muhammadiyah 5 Pucang dan Plukdaeng Pittayakom School Thailand.

Kampanyekan Stop Bullying, Siswa Thailand Jajal Rasanya Mendalang
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMA
Arunocha Autamaviriya siswa Plukdaeng Pittayakom School Rayong Thailand saat mendalang di SMP Muhammadiyah 5 Pucang pada Rabu (15/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bullying di kalangan pelajar terpantau masih marak dilakukan.

Tak hanya di Indonesia, fenomena mengerikan ini juga terjadi di lingkungan sekolah internasional.

Hal itu mendasari diadakanya kampanye Stop Bullying oleh siswa dari dua sekolah yaitu SMP Muhammadiyah 5 Pucang dan Plukdaeng Pittayakom School Rayong Thailand.

Kampanye Stop Bullying ini dilakukan melalui pertukaran budaya Thailand dan Indonesia, dalam bentuk pertunjukan wayang kulit dengan dalang siswa Thailand.

(Cek-cok Gara-gara Sewa Lahan Parkir, Pria di Pandegiling Nekat Lukai Dua Orang Pakai Pisau)

"Di era globalisasi masih banyak anak-anak yang sering membully temannya, jadi kita ajak ini temen-temen dari Thailand untuk belajar wayang yang pesan moralnya tentang Stop Bullying," ujar Encik Hendarsyah guru kesenian SMP Muhammadiyah 5 Pucang, Rabu (14/3/2018)

Cerita wayang yang dimainkan adalah cerita dengan tokoh Dursasana dan Bimasena.

Keduanya sama hebat dan sama kuat, akan tetapi Dursasana suka melakukan bullying kepada Bimasena kemudian terjadi pertempuran.

Saat terjadi pertarungan Resi Dhurna sebagai guru keduanya keluar dan memberi nasehat bahwa tidak baik membully karena sama-sama saudara dan satu perguruan.

Halaman
12
Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help