Konser 'Worldship Orchestra Japan' di Surabaya Dibubarkan Polisi?

Konser 'Worldship Orchestra Japan' dibubarkan Polrestabes Surabaya pada Rabu (14/3/2018) malam.

Konser 'Worldship Orchestra Japan' di Surabaya Dibubarkan Polisi?
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMA
Worldship Orchestra foto bersama siswa SD dan SMP YPPI usai pertunjukan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Konser 'Worldship Orchestra Japan' dibubarkan Polrestabes Surabaya pada Rabu (14/3/2018) malam.

Usut punya usut, pembubaran ini dilakukan dengan alasan tak mengantongi perizinan.
     
"Kegiatan ini kami bubarkan lantaran perizinan yang disampaikan pihak panitia tak sesuai," tegas Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim pada Rabu (14/3/2018) malam.
     
Koordinator lokal "Worldship Orchestra Japan", Setiawan Nanang membenarkan acaranya memang dibubarkan polisi.

(Diisukan Transgender, Foto Jadul Lucinta Luna yang Diposting Ely Sugigi Heboh, Netizen Tak Lagi Ragu)

Menurut Nanag, perizinan yang telah diurusnya ternyata hanya sebatas pemberitahuan di tingkat Kepolisian Sektor (Polsek) Genteng Surabaya.

"Sekitar 45 musisi Jepang telah menyiapkan pementasan, berkolaborasi bersama musisi lokal dari Indonesia untuk memainkan alat musik tradisional seperti angklung, kolintang, dan gamelan, total 100 musisi sudah siap tampil," kata Nanang.

Dia mengaku tak tahu menahu bila perizinan untuk konser itu harus diurus hingga ke tingkat Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim.

"Ternyata perizinannya tak cukup sebatas pemberitahuan tingkat Polsek Genteng Surabaya, tapi juga harus menyampaikan izin ke Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim, saya baru tahu dari polisi tadi," bebernya.

(Sandal Ungkap Kebiasaan Tukang Ojek Mengkonsumsi Sabu)

Barung mengutarakan bila pihak kepolisian tak ingin mengambil resiko terkait kegiatan itu.

Sehingga, kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas membubarkannya, terlebih kegiatan itu juga melibatkan Warga Negara Asing (WNA).
     
"Konser ini kami bubarkan sebab perizinannya tak sesuai, kami akan mempertanggungjawabkannya secara hukum, negara kita (Indonesia) memiliki aturan tentang penyampaian pendapat di muka umum," tutup mantan Kabid Humas Polda Sulsel itu.

(Kunjungi Pengolahan Kayu Lumajang, Gus Ipul Berkomitmen Ciptakan Kondisi Perdagangan yang Kondusif)

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved