Wisatawan Mancanegara Belum Beri Pengaruh Signifikan untuk Bisnis Penginapan di Jatim

BPS Jawa Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur periode Januari-Februari 2018 alami peningkatan hingga 33,44 persen.

Wisatawan Mancanegara Belum Beri Pengaruh Signifikan untuk Bisnis Penginapan di Jatim
Ilustrasi Wisatawan Asing 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur periode Januari-Februari 2018 alami peningkatan hingga 33,44 persen.

Kendati begitu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Mochammad Sholeh mengatakan peningkatan ini belum memberi pengaruh signifikan terhadap peluang bisnis hospitality dan BnB (Bed and Breakfast).

Menurutnya, peningkatan itu hanya ada pada kisaran angka 700.000 orang atau satu persen dari total wisatawan di Jawa Timur yakni sebesar 70,7 juta orang.

"Jika ada perubahan pun, pengaruhnya masih belum cukup signifikan," katanya kepada TribunJatim.com, Selasa (3/4/2018).

(Sering Tidur di Kelas, Urine Bocah SD di Surabaya Barat Positif Narkoba Usai Isap Liquid Vapor)

Ia mengatakan justru peluang bisnis hospitality dan BnB terbesar berada pada pasar wisatawan domestik karena jumlahnya mencapai 70 juta orang.

"Jika ada kenaikan kunjungan wisatawan domestik sebesar 1-5 persen saja, ini pengaruhnya baru sangat signifikan," terangnya.

Meningkatnya jumlah wisman, menurut Sholeh, bisa jadi dipengaruhi oleh keamanan, standarisasi fasilitas dan layanan, promosi, dan kemudahan akses baik pra sarana,  sarana, dan fasilitas. 

(16 Tahun Sumenep Nunggak PBB Rp 36 Milyar)

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help