TribunJatim/

Aliansi Brigade Evakuasi Popok Kawal 3 Wanita Penggugat Pemerintah yang Dinilai Abaikan Limbah Popok

Dampak dari limbah popok yang dibuang di sungai memicu bahan kimia yang terkontaminasi dengan air sungai.

Aliansi Brigade Evakuasi Popok Kawal 3 Wanita Penggugat Pemerintah yang Dinilai Abaikan Limbah Popok
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Adegan teatrikal dalam aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Surabaya. Aksi ini dilakukan oleh Aliansi Brigade Evakuasi Popok, Kamis, (12/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Belasan orang mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Surabaya mengenakan kostum unik, serta membawa spanduk bertuliskan “Buang popok itu jahat”.

Mereka menyebutnya dengan komunitas Brigade Evakuasi Popok.

Sempat Diterpa Kabar Hamil Duluan, Istri Penyanyi Ini Umumkan Kehamilannya Tepat Sebulan Menikah

Rupanya aksi ini bertujuan untuk mengawal sidang gugatan kasus limbah popok sekali pakai, dengan agenda mendengarkan jawaban dari pihak tergugat, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Prigi Arisandi selaku koordinator aksi menyebutkan, sidang ini mengawal tiga wanita penggugat dari daerah di Jawa Timur karena resah terhadap limbah popok.

“Hari ini kita mengawal sidang terkait dengan gugatan tiga wanita dari Surabaya, Malang, dan Gresik. Mereka menggugat karena pemerintah dinilai mengabaikan limbah popok,” tutur korlip aliansi asal Gresik ini.

Nikahi Presenter dan Model Cantik, Awal Kisah Cinta Pendeta Ini Bermula dari Hubungan Kakak-Adik

Pihaknya menilai, lanjut Prigi, dampak dari limbah yang dibuang di sungai memicu bahan kimia yang terkontaminasi dengan air sungai.

“Air PDAM di tiga kota besar ini sumbernya dari Sungai Brantas, bahaya nantinya kalau diminum,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help