Jembatan Lama Kota Kediri Nyaris Terbakar, Penyebabnya ini

Jembatan Lama Kota Kediri nyaris terbakar lagi. Kejadian ini setelah di trotoar kayu ditemukan telah mengepulkan asap

Jembatan Lama Kota Kediri Nyaris Terbakar, Penyebabnya ini
(Surya/Didik Mashudi)
Personel Satpol PP menyiramkan air ke trotoar kayu Jembatan Lama Kota Kediri yang mengepulkan asap, Kamis (12/4/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Jembatan Lama Kota Kediri nyaris terbakar lagi. Kejadian ini setelah di trotoar kayu ditemukan telah mengepulkan asap yang diduga dari puntung rokok yang dibuang sembarangan, Kamis (12/4/2018).

Beruntung kejadian itu segera diketahui dan dilaporkan masyarakat kepada petugas Satpol PP. Selanjutnya petugas langsung meluncur ke lokasi melakukan pemadaman.

Saat petugas tiba, putung rokok itu mulai membakar kayu yang menjadi alas Jembatan Lama. Asapnya juga mulai mengepul sehingga langsung disiram.

Diduga penyebab asap ini dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga yang melintas di jembatan. Karena api belum membesar, pemadaman cukup dilakukan dengan menyiramkan air.

Baca: Jadi Tersangka, SPG Cantik yang Tabrak Driver Ojol Belum Ditahan, Kondisi Korban Memprihatinkan

"Indikasinya ada orang buang puntung rokok kemudian membakar kayu jembatan sehingga muncul asap," jelas Nur Khamid, Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri kepada Surya.

Dihimbau untuk masyarakat jangan membuang puntung rokok sembarangan di jembatan. Karena konstruksi Jembatan Lama yang dibangun masa penjajah Belanda alas konstruksinya memakai papan kayu.

Baca: Buron 2 Bulan, Remaja di Surabaya Ngaku Menjambret Hingga 5 Kali

Nur Khamid berterima kasih kepada masyakat yang segera melaporkan saat melihat kepulan asap di jembatan.

"Dari laporan masyarakat kami segera merespon. Kalau tidak ada kepedulian masyarakat jembatan lama bisa terbakar," ungkapnya.

Catatan Surya, kepulan asap di Jembatan Lama tahun ini sudah terjadi dua kali. Malahan tahun lalu Jembatan Lama sempat terbakar hingga dikerahkan mobil PMK.(dim)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help