Ketua KNPI Magetan Sayangkan Tudingan Bahwa 30 DPD KNPI Hasil Musda Trenggalek Palsu

Kalau KNPI disebut abal-abal, apakah pengurus yang ditandatangani dan OKP lain, hadir di Musda Trenggalek itu serta merta jadi begitu saja.

Ketua KNPI Magetan Sayangkan Tudingan Bahwa 30 DPD KNPI Hasil Musda Trenggalek Palsu
logo
KNPI 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Magetan, Wahyudi Budiono, menyayangkan pernyataan Musleh Hasyim, mantan Sekretaris DPD KNPI Jawa Timur , yang menyebut 30 DPD KNPI se-Jatim peserta Musyawarah Daerah (Musda) ke-XII di Trenggalek abal-abal atau palsu.

"Kita sangat prihatin dan menyayangkan sikap beliau (Musleh Hasyim) yang menyebut 30 DPD KNPI se-Jatim, peserta Musda ke-XII di Trenggalak sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) abal abal," kata Wahyudi Budiono kepada Surya (grup TribunJatim.com, Sabtu (14/4/2018)

Kalau OKP KNPI disebut abal-abal, lanjut Wahyudi Budiono, kemudian Surat Keputusan (SK) pengurus yang ditandatangani dan OKP lain, hadir di Musda Trenggalek itu apa serta merta jadi begitu saja.

"Kalau MUSDA kali ini dibilang abal-abal, lalu SK saya dengan OKP lainnya yang hadir saat ini emangnya kiriman dari langit. Ini ditengarai ada unsur kesengajaan membuat ricuh, agar citra KNPI Jatim jelek dimata OKP diprovinsi lain," kata Wahyudi yang juga pengurus di Organisasi Kemasyatakatan Pemuda Generasi Muda Warga Jaya Indonesia Jawa Timur (OKP GM WJI) ini.

Dikatakan Wahyudi, karena sebutan abal abal kepada 30 DPD KNPI Jatim itu dianggap mendiskreditkan citra KNPI Jawa Timur itu, ada kesepakatan membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Pernyataan yang mendiskreditkan KNPI Jatim itu sengaja untuk membuat ricuh dan menginginkan nama KNPI Jatim jelek, ditambah lagi Musleh Hasyim, sampai saat ini masih mengatasnamakan KNPI di berbagai media, padahal posisi sudah dipecat, sungguh sangat keliru statemen dia, ini akan kita lanjutkan keranah hukum," ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, Musda KNPI ke XII DI Trenggalek yang dilaksanakan itu sesuai AD/ART, dan kepengurusan periode sebelunnya sudah berakhir. Diambil alih DPP KNPI Pusat, yang menunjuk carateker, karena tidak ada inisiatif dari pengurus sebelumnya. Musda KNPI ke XII yang digelar di Trenggalek itu diikuti sebanyak 30 DPD KNPI, 83 OKP Nasional, dan 13 OKP lokal

"OKP peserta Musda KNPI ke XII, yaitu OKP Banom NU, OKP Pemuda Muhammadyah, Nasyaitul Aisyah, GM WJI, GMKI, PMKRI, Pemuda Katolik, Peradah, dan Wirakarya. Semua dilaksanakan sesuai konstitusi," kata Wahyudi Budiono.

Kalau kemudian statemen, tambah Wahyudi, menyebut DPD KNPI se Jatim, peserta Musda KNPI Trenggalek ke XII abal abal atau palsu, siap yang abal abal yang kemana mana membawa nama KNPI.

"Pernyataannya yang menyebut DPD KNPI se Jatim peserta Musda Trenggalek abal abal, jelas itu ingin menjelek jelekkan nama KNPI Jatim. Terus kemana mana membawa nama KNPI, padahal sudah dipecat siapa yang abal abal," pungkas Wahyudi Budiono Ketua DPD KNPI Kabupaten Magetan.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Adi Sasono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help