TribunJatim/

Awas, di Kota Kediri Banyak Penjual Nasi Berkedok Oplosan

Warung nasi ternyata mulai marak dijadikan kedok untuk menjual barang-barang oplosan terlarang.

Awas, di Kota Kediri Banyak Penjual Nasi Berkedok Oplosan
SURYA/DIDIK MASHUDI
Warung nasi milik nenek RS (64) warga Kelurahan Dandangan, Kota Kediri yang ternyata menjual minuman keras, saat dirazia polisi. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Karena menjual minuman keras (miras), warung nenek RS (64) warga Kelurahan Dandangan, Kota Kediri dirazia polisi.

Dari warung yang menjual nasi disita ratusan barang bukti botol miras dari berbagai jenis.

Jajaran Polresta Kediri saat ini tengah giat menggelar razia serentak warung dan toko yang menjual miras. Ada tujuh penjual miras yang menjadi sasarannya.

"Dari tujuh penjual miras, petugas menyita barang bukti paling banyak dari warung milik Ny RS," ungkap AKP Kamsudi, Kasubag Humas Polresta Kediri kepada Tribunjatim, Minggu (15/4/2018).

Barang bukti miras yang diamankan dari warung Ny RS sebanyak 145 botol. Rinciannya, 8 botol merk Kuntul, 44 botol Bir Hitam merk Guinnes, 26 botol besar merk Bir Bintang, 3 botol merk Anggur Kolesom, 2 botol merk Anggur 500 dan 96 botol kecil merk Bir Bintang.

Sementara hasil razia di warung milik SD (51) warga Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri diamankan 5 botol miras jenis Arak Jowo isi 1.500 ml.

Sedangkan hasil razia dari warung milik DB warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren diamankan 2 botol merk Vodka, 2 botol Bir Hitam merk Guinnes dan 2 botol besar merk Bir Bintang.

Dari warung milik Ny YM (38) warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ditemukan 1 botol miras merk Kuntul dan 1 botol miras jenis Arak Jowo.

Razia juga dilakukan di warung milik NG (50) warga Kelurahan Mojoroto ditemukan barang bukti 28 botol kecil miras jenis Arak Jowo dan 5 botol besar miras jenis Arak Jowo.

Miras jenis arak Jowo juga ditemukan di warung milik DN (45) warga Kelurahan Mojoroto dengan barang bukti 17 botol miras jenis Arak Jowo. (Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help