Blusukan di Pasar Wiyung, Khofifah Mendadak Dihampiri Kader PDIP

Blusukan ke pasar tradisional menjadi kegiatan kampanye yang tak bisa ditinggalkan oleh Khofifah Indar Parawansa, calon gubernur Jawa Timur

Blusukan di Pasar Wiyung,  Khofifah Mendadak Dihampiri Kader PDIP
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Khofifah ke Pasar Wiyung, Surabaya, Senin (16/4/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Blusukan ke pasar tradisional menjadi kegiatan kampanye yang tak bisa ditinggalkan oleh Khofifah Indar Parawansa, calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1.

Hari ini, Khofifah menyambangi dua pasar sekligus di Kota Pahlawan. Yaitu ke Pasar Kedurus dan ke Pasar Wiyung, Surabaya.

Namun, saat sedang asyik menyapa pedagang dan pembeli di Pasar Wiyung, mendadak ada seorang lelaki menghampiri Khofifah dengan setengah berlari.

Lelaki yang belakangan diketahui bernama Maranata tersebut menghampiri Khofifah sembari mengacungkan kartu tanda anggota PDIP.

Baca: Hotel Mewah Ibunya Dilimpahkan ke Nagita Slavina, Isinya Bikin Melongo, Bakal Kaya Tujuh Turunan!

Ternyata Maranata ingin menyatakan kudungan pada Khofifah meski dirinya adalah kader partai yang bukan termasuk mengusung pasangan Khofifah dan Emil Elestianto Dardak.

"Jawa Timur ini perlu figur seperti beliau. Programnya kan sudah ada yang jalan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan sudah banyak yang merasakan manfaatnya," ucap Maranata.

Dia menyebut akan mati-matian mendukung Khofifah untuk memenangkan Pilgub Jawa Timur. Meskipun tahu akan ada resiko yang didapatnya karena tidak menuruti arahan PDIP.

"Walaupun saya sekarang masih PDIP, saya dukung Khofifah apapun resikonya," tegasnya.

Saat ditanya mengapa dirinya lebih memilih mendukung Khofifah daripada Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Maranata mengaku ini adalah panggilan dan suara hati nuraninya sendiri.

Baca: Data Terbaru, Ternyata Narkoba yang Diamankan Polda Jatim Sabu-sabu Seberat 8,2 Kg

Ia menilai Khofifah sudah terlihat hasil kerjanya dan cara bekerjanya selama menjadi Menteri Sosial. Tidak hanya menjadi menteri di kabinet Jokowi saja, tapi juga menteri saat Presiden Abdurrahman Wahid. Yaitu sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan.

"Selama ini Gus Ipul ya gitu-gitu saja. Pas duet sama Pakde ya gitu-gitu saja. Tapi Ibu Khofifah ketika jadi menteri membuat PKH, itu yang berkaitan dengan sosial. Kelihatan hasilnya," tegasnya. (Surya/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help