TribunJatim/

Geruduk PN Surabaya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia Yakin ZA Tak Melanggar Kode Etik

Sidang kasus dugaan pelecehan pasien yang dilakukan oleh perawat National Hospital Surabaya kembali dilaksanakan pada Senin (16/4/2018).

Geruduk PN Surabaya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia Yakin ZA Tak Melanggar Kode Etik
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Sejumlah Perawat dari PPNI, turut hadir mengawal sidang dalam kasus yang menjerat teman satu profesinya di PN Surabaya, Senin, (16/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sidang kasus dugaan pelecehan pasien yang dilakukan oleh perawat National Hospital Surabaya kembali dilaksanakan pada Senin (16/4/2018) di Pengadilan Negeri Surabaya.

Berbeda dari sebelumnya, sidang yang menjerat perawqat berinisial ZA ini dikawal oleh sejumlah perawat dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Mereka datang untuk memberi dukungan moril kepada teman satu profesi itu.

“Mudah-mudahan atas tuduhan ini, semoga menjadi praduga tidak bersalah, kami selaku organisasi profesi menghormati peraturan yang ada dalam pemerintah, tapi kami selaku teman, akan terus mendukung,” kata Mi Sutarno, selaku Ketua PPNI Surabaya.

(Berpura-pura Jadi Pembeli, Petugas Gabungan Gagalkan Perdagangan Burung Langka di Facebook)

Ia menyebutkan dukungan ini tidak hanya dari Jawa Timur saja, melainkan dari seluruh organisasi profesi se- Indonesia.

“Bahkan perawat se-Indonesia saat mengadakan raker di Riau, mencetuskan dalam bentuk dukungan apapun dalam kasus praduga tidak bersalah ini,” ungkapnya kepada TribunJatim.com.

Mi Sutarno menyebutkan selama 25 tahun ia berprofesi sebagai perawat, kejadian seperti ini sangat tidak mungkin.

“Semua kami serahkan kepada pihak berwajib, namun kalau dari kacamata pribadi, kok sangat tidak mungkin, karena bekerja di rumah sakit itu menjadi tim bukan perorangan,” papar pria mengenakan topi hitam ini.

Dia juga menambahkan, terdakwa ini tidak melanggar etik, sehingga pihaknya berani membuat surat pernyataan.

“Organisasi profesi sesuai dengan kajian, bahwa yang bersangkutan, tidak melanggar etik, oleh karena itu kami tidak hanya di Surabaya saja siap membantu dalam kasus ini,” pungkasnya.

(Khofifah Siapkan Program Jatim Akses Percepat Pembangunan Wilayah Selatan) 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help