TribunJatim/
Home »

Jatim

PT SPS Belum Kabulkan Tuntutan Massa, Tiga Hari Lagi Baru Diputuskan

PT (SPS) Superior Prima Sukses, perusahaan bata ringan di Desa Warukulon Kecanatan Pucuk Lamongan Jawa Timur,

PT SPS Belum Kabulkan Tuntutan Massa, Tiga Hari Lagi Baru Diputuskan
Surya/hanif manshuri
Massa demo di pelataran perusahaan PT SPS, Senin (16/4/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pertemuan perwakilan massa pendemo dengan PT (SPS) Superior Prima Sukses, perusahaan bata ringan di Desa Warukulon Kecanatan Pucuk Lamongan Jawa Timur, Senin (16/4/2018) masih belum ada titik temu.

Tuntutan para pendemo yang tergabung dalam Solidaritas Aliansi Pekerja yang meminta 26 pekerja yang di PHK (bukan 3 orang, red) dipekerjakan kembali belum juga ada keputusan.

Koordinator massa, Afif Hamdi yang ditemui Fanani, GM PT SPS dan HRD, Jarot Hendro Sucahyo, meeminta kepada pihak PT SPS agar memperkerjakan kembali 26 pekerja yang di PHK secara sepihak.

"Saya minta adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebagai perjanjian yang merupakan hasil perundingan," kata Afif.

Baca: Solidaritas terhadap Karyawan Dipecat, Puluhan Massa Demo PT SPS Bles Con Lamongan

Perundingan itu antara serikat pekerja dengan pengusaha yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan.

Bahkan Afif juga berharap HRD yang sewenang-wenang dikeluarkan dari perusahaan.
Apabila ada kesalahan pada pekerjaan, seharusnya pihak perusahaan memberi tahukan dan tidak langsung mem-PHK'

"Perlu adanya perjanjian kerja bersama, antar pihak perusahaan dengan pekerja," katanya.

Massa perawakilan meminta penghapusan segala denda, menolak outsourching
Pihak perusahaan harus memberikan hak - hak pekerja sesuai dengan perundangan - undangan.

Dalam pertemuan yang belum dicapai kata sepakat, dibarengi dengan upaya mediasi yang disampaikan langsung oleh Kapolsek Pucuk, AKP Siswoyo yang intinya, diharapkan dengan adanya mediasi ini dilaksanakan dengan musyawarah dan dengan kepala dingin tidak ada suara keras serta nada tinggi.

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help