Anggota DPR RI Ini Sinyalir Pipa Pertamina yang Bocor di Teluk Balikpapan Ilegal

Pipa minyak bawah laut milik Pertamina yang mengalami kebocoran di perairan Teluk Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Anggota DPR RI Ini Sinyalir Pipa Pertamina yang Bocor di Teluk Balikpapan Ilegal
SURYA/DYA AYU
Bambang Haryo, Ketua Umum Kodrat Jatim, Selasa (13/6/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Pipa minyak bawah laut milik Pertamina yang mengalami kebocoran di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur beberapa waktu yang lalu, disinyalir oleh Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono sebagai sebagai pipa ilegal.

Sebab berdasarkan peraturan yang berlaku, seharusnya pipa-pipa tersebut ditanam dibawah seabed atau dasar permukaan laut yang paling keras.

Hal ini sesuai dengan UU nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran serta PP no 48 tahun 2010 tentang Alur Laut.

Berdasarkan dua aturan itu, pipa minyak Pertamina itu seharusnya ditanam sedalam 4 sampai 5 meter di bawah seabed.

"Dengan demikian jangkar kapal tidak bisa mencapai posisi tersebut,” ujar Bambang Haryo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, seperti dalam rilis yang diterima TribunJatim.com, pada Selasa (17/8/2018).

Tragedi Tumpahan Minyak dan Kapal Terbakar di Perairan Balikpapan, Pemerintah Didesak Bikin Ini )

Apalagi, kata Bambang, beberapa waktu yang lalu sempat beredar kabar tentang adanya penyelundupan minyak Pertamina.

Penyelundupan itu dilakukan melalui pipa bawah laut, yang kemudian dibawa ke kapal tanker.

Dalam kabar yang ia terima itu, disebutkan bahwa yang menjadi kapten kapal tanker itu adalah mantan kapten kapal Pertamina sendiri.

Halaman
123
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help