Lakukan Pungutan Liar ke PKL, Mantan Lurah Bubutan Surabaya Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara

Hanafi, Mantan Lurah Bubutan Surabaya jalani sidang kasus pungutan liar di Pengadilan Tipikor Surabaya pada Selasa (17/4/2018).

Lakukan Pungutan Liar ke PKL, Mantan Lurah Bubutan Surabaya Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Hanafi, Mantan Lurah Babatan Surabaya yang terciduk lakukan pungutan liar terhadap PKL, jalani sidang pembacaan tuntutan pada Selasa (17/4/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM, SURABAYA - Hanafi jalani sidang kasus pungutan liar di  Pengadilan Tipikor Surabaya pada Selasa (17/4/2018).

Mantan Lurah Bubutan Surabaya ini medapat tuntutan hukuman tiga tahun penjara dan dendanya Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan dari Jaksa Penuntut Umum.

"Yang memberatkan terdakwa karena sebagai pejabat publik tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi," kata Jaksa Syaiful Bahri.

JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak menuntut Hanafi dengan Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

(Alasannya Minggat ke AS Misterius, Jessica Iskandar 2 Kali Begini, Mungkinkah Soal Kehamilan Lagi?)

Hanafi sebelumnya terciduk operasi tangkap tangan (OTT) Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat memungut liar para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Perak Barat.

Setiap pedagang rata-rata dipungut antara Rp 50 sampai Rp 70 ribu yang kadang diselipkan melalui bungkus gorengan untuk mengelabui petugas.

Apabila tidak membayar maka PKL tersebut diancam akan digusur.

Dia diciduk bersama barang bukti amplop cokelat berisi uang Rp 1 juta, selembar catatan nama pedagang dan amplop putih berisi uang  Rp 80 ribu.

Praktik pungli terhadap PKL ini ternyata sudah dilakukan Hanafi sedari 2012 lalu ketika masih menjabat sebagai Kepala Seksi Trantib Satpol PP Kecamatan Krembangan.

Menanggapi tuntutan dari JPU, kuasa hukum mengaku akan ajukan pembelaan pada minggu depan.

(Bisnis Kuliner di Surabaya Sangat Potensial, Apkrindo Sebut akan Ada Program Sertifikasi)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help