350 Sapi Impor dari Australia Sedang Jalani Karantina di Balai Karantina Pertanian Surabaya

Sekitar 350 ekor sapi impor dari Australia dimasukkan ke Balai Karantina Pertanian Surabaya usai tiba di Terminal Cargo Bandara Juanda.

350 Sapi Impor dari Australia Sedang Jalani Karantina di Balai Karantina Pertanian Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Sapi dari Australia saat dikarantina di Balai Karantina Pertanian Surabaya, Selasa (17/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sekitar 350 ekor sapi impor dari Australia dimasukkan ke Balai Karantina Pertanian Surabaya usai tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional Juanda, pada Selasa (18/4/2018).

Hendra selaku humas Balai Karantina Pertanian Surabaya menyebutkan sapi tersebut didatangkan untuk diambil susunya untuk diekspor.

Perusahaan yang mendatangkan sapi-sapi itu adalah PT Greenfield.

“Bulan ini sudah ada 3 kali kedatangan sapi tersebut, untuk sapi ini jenisnya Jersey memang beda dari sapi yang warnanya hitam putih yang seperti kita ketahui, dan semuanya betina,” ungkapnya.

Diminati di Bali hingga Taiwan, To&Ti; Produk Handmade dari Kulit Sapi Nabati Ini Bisa Sampai Jutaan )

Terkait proses, sebelum dibawa ke Malang, tepatnya di PT Greenfield sapi tersebut diperiksa terlebih dahulu di Balai Karantina Pertanian Surabaya.

Ada beberapa hal yang diperiksa di antaranya adalah diperiksa kesehatannya hingga disuntuk untuk pemberian vaksin maupun vitamin.

“Setelah dinyatakan clear, sapi ini langsung dikawal untuk dibawa ke Malang,” jelas Hendra.

Balai Karantina sendiri sejauh ini sudah menerima tiga kali kedatangan pada bulan ini, dimana setiap kedatagannya berjumlah 350 ekor.

Warga Kediri Curi Baner Cabup di Jombang untuk Tutup Kandang Sapi )

“Nanti di samping susunya guna diekspor, warga disana juga diberi materi bagaimana memelihara sapi tersebut,” paparnya.

Untuk negara negara yang akan diekspor antara lain  Singapura, Hongkong, Malaysia, Kamboja, Macau, Fillipina, Myanmar, dan Brunei Darussalam.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help