Khawatir Kasus Dugaan Markup Siswa Melebar, Pemkab Magetan Kumpulkan Kasek dan Bendahara SMPN

Pemkab Magetan tiba-tiba akan mengumpulkan kepala sekolah dan bendahara SMPN, terkait dugaan markup jumlah siswa untuk mendapat kucuran dana BOS.

Khawatir Kasus Dugaan Markup Siswa Melebar, Pemkab Magetan Kumpulkan Kasek dan Bendahara SMPN
istimewa
ilustrasi BOS 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pemkab Magetan tiba-tiba akan mengumpulkan kepala sekolah dan bendahara SMPN se-Magetan, Jumat (27/4/2018).

Ini buntut pemeriksaan oleh Polres Magetan terkait dugaan penggelembungan alias markup jumlah siswa untuk mendapatkan kucuran dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan program Indonesia Pintar.

"Bukan Pemda, tapi Sekda, infonya, Sabtu (28/4/2018), Sekda yang mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) kumpulkan semua Kepala Sekolah dan bendahara SMP Negeri. Mereka akan diberi pengarahan terkait peneriksaan polisi," ujar Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patriot, Noorman Susanto kepada Surya, Jumat (27/4/2018).

Menurut Noorman, pengumpulan itu kemungkinan karena Pemkab khawatir jika kasus dugaan penggelembungan jumlah siswa di SMPN itu meluas dan merembet kemana-mana.

"Bisa saja Sekda yang mantan Kadindik cukup lama itu khawatir kasus yang di selidiki polisi meluas hingga zaman dia," duganya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 39 bendahara SMPN di Kabupaten Magetan diperiksa polisi terkait informasi adanya dugaan penggelembungan jumlah siswa di SMPN 2 Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

Polisi mencium dugaan penggelembungan jumlah siswa itu terjadi juga di sekolah lain.

Kasus penggelembungan siswa di SMPN 2 Ngariboyo, Magetan itu terungkap setelah dibeber staf Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) setempat. Namun staf Dikpora itu bukannya mengingatkan atau menindak sekolahan itu, tapi malah memainkan untuk kepentingan pribadi.

Nah, uang yang diberikan sekolahan ke staf Dikpora itu bukan uang pribadi. Tapi uang hasil patungan para guru untuk membantu siswa tidak mampu yang mau bersekolah di SMPN 2 Ngariboyo. Akhirnya, kasus inipun menguap dan tersebar kemana mana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan Bambang Trianto yang berusaha dikonfirmasi belum berhasil ditemui.

Sementara Kepala Inspektorat Kabupaten  Magetan Mei Sugiarti yang dikonfirmasi. mengaku mendapat informasi pemeriksaan bendahara SMPN se-Kabupaten Magetan itu, namun pemberitahuan secara resmi belum menerima.

"Kami akan koordinasi dengan APH (Aparat Penegak Hukum) baik polisi maupun kejaksaan. Karena Pemda sudah membuat MoU (Memorandum of Understanding) dengan kedua institusi itu," katanya. (Surya/Tyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help