Komplotan Pencuri Obok-obok RSUD Sayidiman Magetan, Semalam Tiga Keluarga Pasien Jadi Korban

RSUD dr Sayidiman Magetan sudah dijadikan sasaran empuk komplotan pencuri yang menyasar keluarga pasien.

Komplotan Pencuri Obok-obok RSUD Sayidiman Magetan, Semalam Tiga Keluarga Pasien Jadi Korban
SURYA/DONI PRASETYO
Di lorong ruang Rawat Inap (IRNA) VII, RSUD dr Sayidiman, Magetan ini, dalam semalam tiga keluarga pasien yang menunggu dan tidur menjadi korban pencurian. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - RSUD dr Sayidiman Magetan, tampaknya sudah dijadikan sasaran empuk para pencurian. Ini terbukti dengan banyaknya keluarga pasien yang jadi korban pencurian.

Ironisnya, dalam semalam tiga orang jadi korban. Seluruh korban itu tidur satu lorong di depan ruang Rawat Inap (IRNA) VII Obstetri Gynekologi RSUD Sayidiman.

"Saya kehilangan uang, ponsel dan surat surat penting. Sedang dua korban lain, yang juga satu lorong mengaku juga kehilangan ponsel," ujar Misdi warga Desa Krowe RT3/RW7, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan kepada Surya, Minggu (29/4/2018).

Menurut Misdi, uang yang dibawa lari pencuri itu disimpan di dompet Misinem, istrinya. Termasuk HP dan surat penting seperti KTP, BPJS dan bukti kuitansi rumah sakit.

"Uang yang dibawa pencuri itu, sedianya untuk bayar tagihan rumah sakit. Tapi dengan kejadian ini, kami terpaksa mencari pinjaman dulu ke keluarga untuk membayar biaya perawatan anak bayi saya selama di rumah sakit," katanya.

Pelaku pencurian diduga kelamin perempuan dan usianya sudah separo baya.

Misdi tahu pelaku, karena sebelum beraksi menguras harta keluarga pasien, orang yang diduga pencuri itu menumpang tidur di lorong yang ditempati sejumlah keluarga pasien ini.

"Orang itu mengaku, anaknya melahirkan di Rumah Bersalin Sekar Wangi, kemudian dirujuk di RSUD dr Sayidiman. Waktu cerita-cerita, dia mengaku warga Madiun. Dia tidur jadi satu dengan istri saya, tapi paginya begitu semua bangun, orang itu sudah tidak ada, bersamaan juga dompet istri saya,"jelas Misdi seraya mengatakan, ternyata yang kehilangan tidak hanya dirinya, tapi juga dua keluarga pasien lain.

Satpam RSUD dr Sayidiman, tambah Misdi, sudah mengetahui identitas pelaku pencurian itu.

Karena petugas rumah sakit sudah punya rekaman hasil CCTV dan ditunjukan Misdi .

"Kata Satpam, kami disarankan untuk tidak melapor, karena pelaku sudah diketahui Satpam. Selain itu, kami juga takut kalau kami melapor, keluarga kami yang sakit nanti dibiarkan dan tidak dilayani,"kata Misdi.

Kapolsek Magetan AKP Muh Munir Palevi mengaku belum mendapat laporan pencurian terhadap keluarga pasien di RSUD dr Sayidiman Magetan itu, baik dari korban maupun rumah sakit.

"Mohon waktu kami akan perintahkan petugas melakukan penyelidikan ke rumah sakit. Mestinya keamanan disana (rumah sakit) melapor. Itu salah satu obyek vital yang harus dijaga keamanannya," kata Munir kepada Surya, Minggu (29/4/2018). (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help