Jelang Ramadan, Bangkalan Siapkan Penangkal Khusus untuk Sapi Betina

Penangkal khusus untuk sapi betina disiapkan oleh Dinas Peternakan Bangkalan jelang masuk bulan Puasa.

Jelang Ramadan, Bangkalan Siapkan Penangkal Khusus untuk Sapi Betina
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi sapi 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Jelang bulan Ramadan, Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan memperketat pengawasan di seluruh Rumah Potong Hewan (RPH). Itu dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap pemotongan sapi betina.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan Abd Razak mengungkapkan, pihaknya menerjunkan belasan petugas ke sejumlah titik guna memantau langsung pemotongan sapi.

"Ada 14 RPH se Kabupaten Bangkalan. Kami sudah terjunkan para petugas untuk memberikan sosialisasi terkait imbauan tidak menyembelih sapi betina," ungkapnya, Jumat (4/5/2018).

Pencegahan untuk tidak memotong sapi betina tak lain sebagai upaya menjaga populasi dan ras sapi Madura, temasuk sapi di Kabupaten Bangkalan.

Apalagi, kontribusi sapi potong Madura cukup besar hingga 24 persen dari kebutuhan sapi potong di Jawa Timur. Daging sapi Madura memiliki kualitas terbaik di Jawa Timur.

Warna daging sapi Madura merah cerah, empuk, berserat halus, dan rendah lemak. Keunggulan lainnya, karkas (berat daging sapi tanpa kepala, kaki, jerowan, dan kulit) daging sapi Madura mencapai 48 persen dari berat badan sapi.

Kualitas daging sapi Madura hanya kalah oleh sapi Bali dengan berat karkas mencapi 51 persen dari berat tubuhnya. Sementara sapi dari daerah lain di Pulau Jawa, berat karkasnya hanya 45 persen.

Abd Razak menjelaskan, total jumlah sapi di Bangkalan mencapai angka 206 ribu. Baik sapi jantan, betina, usia dewasa ataupun usia anak.

"Boleh memotong hanya sapi betina mandul dan tak produktif atau sudah beranak sebanyak lebih dari enam kali," jelas Razak.

Selain mencegah pemotongan sapi betina, para petugas yang ditugaskan di RPH-RPH juga mengecek kesehatan sapi sebelum dipotpng.

Razak menambahkan, sapi wajib diinapkan di RPH minimal satu hari sebelum disembelih. Hal itu dilakukan untuk memastikan kesehatan sapi dari anthraks dan penyakit brucellosis.

"Kalau aman dari dua penyakit itu, aman disembelih. Karena selain menular ke sapi lainnya, juga menular ke manusia," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help