Petugas KLH Segel Gudang B3 di Jombang yang Diduga Tak Berizin

Kementerian KLHK menyegel sebuah gudang di Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto Jombang, Jawa Timur

Petugas KLH Segel Gudang B3 di Jombang yang Diduga Tak Berizin
istimewa
Petugas Kementerian Lingkungan Hidup saat menyegel gudang yang diduga sebagai tempat pengoalahan limbah B3 di Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Jombang. 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sejumlah petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel sebuah gudang di Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto Jombang, Jawa Timur.

Sebab, gudang tersebut diduga digunakan sebagai tempat pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Padahal pemilik tak memiliki izin pengolahan limbah B3.

Selain menyegel gudang di Desa Tambar, petugas KLHK didampingi petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang dan aparat kepolisian, juga mendatangi gudang yang juga diduga sebagai pengolahan limbah B3 di Desa Janti, Jogoroto.

Di tempat ini, mereka juga melakukan penyegelan. Diduga, kedua lokasi atau gudang ini milik salah satu kepala desa di Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Baca: Begal Motor Sadis dan Tukang Bacok Dilumpuhkan Polres Kota Malang

Kepala DLH Jombang, Yudi Adriyanto, mengatakan penyegelan dilakukan Selasa (7/5/2018). Itu terjadi setelah sekitar satu bulan yang lalu, DLH Jombang berkoordinasi dengan KLHK terkait temuan kasus tersebut di Jakarta.

“Kami dengan DLH provinsi diundang ke Jakarta, membicarakan limbah slag aluminium secara umum. Artinya yang ada di Jombang. Kami koordinasi, kami punya tugas masing-masing sesuai kewenangan,” kata Yudi kepada Surya (tribunjatim.com), Rabu (9/5/2018).

Menurutnya, penyegelan dilakukan karena kedua gudang tersebut diduga mengolah limbah B3 tanpa izin. Penyegelan dilakukan dengan pemasangan garis PPNS (Penyidik PNS),” tambah Yudi.

Diungkapkan, setelah menyegel, pihak KLHK akan memeriksa saksi-saksi terkait kepemilikan maupun penguasaan lokasi tersebut. Sekaligus memberhentikan sejumlah aktivitas kegiatan di area tersebut.

Baca: Raih Berkah Cinta Ramadan MNCTV

“Tapi selain kegiatan pengolahan limbah B3 boleh dilaksanakan. Yang tidak boleh hanya pengolahan atau pemanfaatan pengelolaan limbah B3,” ujar Yudi.

Diterangkan, sebelumnya sudah ada lima titik yang disegel, seluruhnya di Kecamatan Sumobito. Di antaranya di pematang sawah dan tanggul sungai.

”Sedangkan di Jogoroto, dua lokasi ini,” katanya.

Yudi menyebutkan, saat ini memang sedang berjalan penanganan persoalan limbah tersebut, mulai dari Kecamatan Kesamben, Sumobito dan lokasi lain.

Disinggung berapa titik yang diduga digunakan pengolahan limbah B3 tanpa izin, Yudi menyebut hingga akhir 2016, dari hasil penghitungan ulang, tinggal sekitar 60 pengusaha.

“Dan 60 itu fluktuatif. Hidup, mati, muncul lagi. Kondisinya seperti itu. Dari sekitar 60 itu, 42 sudah berizin. Empat di antaranya izin sampai kementerian,” terangnya.

Sedangkan yang lainnya, sambung Yudi, masih pada tingkat provinsi, dan hanya izin lingkungan saja. “Jadi belum ada izin pengolahan dan pemanfaatan,” terangnya.(Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved