Selain Kapal Besar, Nelayan Prigi Trenggalek Sebut Solusi Lain Peningkatan Hasil Produksi

Nelayan asal Pantai Prigi Kecamatan Watulimo kabupaten Trenggalek mengusulkan program kepada pemerintah yang lebih

Selain Kapal Besar, Nelayan Prigi Trenggalek Sebut Solusi Lain Peningkatan Hasil Produksi
SURYA/DAVID YOHANES
Tiga miniatur perahu melaju berusaha menjadi yang tercepat, dalam balapan di Pantai Prigi. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Nelayan asal Pantai Prigi Kecamatan Watulimo kabupaten Trenggalek mengusulkan program kepada pemerintah yang lebih penting dibanding sekadar menyiapkan kapal besar.

Yakni, dengan menjaga stabilisasi harga saat panen ikan.

"Meskipun diberi kapal besar, belum ada jaminan hasil tangkapan itu jumlahnya akan besar. Belum tentu itu" kata Joko Santoso, salah satu nelayan saat di hubungi melalui saluran telepon, Kamis (10/5/2018).

Menurut Joko, kapal besar tidak mendukung hasil tangkapan menjadi lebih banyak.

Sebab menurutnya, mencari ikan di laut itu tidak mudah.

Selain itu, kapal besar juga membutuhkan biaya operasional yang besar pula.

Baca: Atas Keputusan Menkumham, 155 Napi Teroris Telah Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

Bagi nelayan prigi meskipun di beri kapal besar tetap saja tidak efektif karena nelayan di Prigi tidak mau melaut lebih dari satu Minggu.

Joko justru berharap, kandidat Calon kepala daerah nantinya semestinya bukan menawarkan kapal besar bagi nelayan.

Ia menginginkan pemerintah hadir menjaga stabilitas harga ikan ketika musim ikan.

"Semestinya calon kepala daerah itu tidak menawarkan kapal besar pada nelayan, justru yang kami harapkan pemerintah bisa hadir ketika harga ikan anjlok pada saat musim ikan," urai Joko.

"Seperti halnya jenis ikan tongkol jika tidak musim ikan harganya per kilo bisa sampai 20 ribu, tapi jika musim ikan harganya anjlok menjadi 5 ribu per kilonya" terangnya.

Baca: Hasil Liga Inggris, Chelsea Gagal Tekuk Huddersfield Town, Tottenham Amankan Tiket Liga Champions

Sementara bila musim paceklik ikan, nelayan juga telah bergerak pada sektor UKM dan pertanian.

"Kalau musim paceklik ikan kita sudah terbiasa beralih pada sektor pertanian. Jadi tidak perlu di dorong dorong, toh ketika kami beralih pada sektor pertanian itu sudah kami lakukan sejak puluhan tahun" ungkapnya. (bob)

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help