PT Molindo Raya Industri Manfaatkan Limbah Etanol untuk Hasilkan Listrik 4,9 Mega Watt

Inovasi pembakaran limbah pabrik menjadi tenaga listrik berbasis industri dari instalasi Vinase Boiler.

PT Molindo Raya Industri Manfaatkan Limbah Etanol untuk Hasilkan Listrik 4,9 Mega Watt
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Jajaran Pimpinan PT Molindo Raya Industrial menunjukan cairan vinase (limbah etanol) untuk bahan bakar mesin vinase boiler 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Inovasi pembakaran limbah pabrik menjadi tenaga listrik berbasis industri dari instalasi Vinase Boiler akan diterapkan PT Molindo Raya Industrial (MRI).

Direktur Utama PT Molindo Raya Industrial, Arief Goenadibrata mengatakan pihaknya menginginkan efisiensi energi industri yang ramah lingkungan dan memanfaatkan limbah etanol yang selama ini terbuang sia-sia.

"Kami harus bertanggung jawab juga tentang limbah yang kami produksi. Sehingga dalam pengelolaan limbah itu, kami berani berinvestasi cukup besar agar pengelolaan limbah dilaksanakan dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan," kata Arief Goenadibrata di Gedung Semeru PT Molindo Raya Industri, jumat (11/5/2018).

Dari instalasi energi ini, ditambahkan Arief akan lebih efisien dalam beberapa hal diantaranya penggunaan batu bara untuk mesin boiler, berkurangnya limbah B3 yang diproduksi dan biaya listrik yang dibutuhkan perusahaan tersebut.

"Biasanya kita bakar dan energinya terbuang sekarang bisa kita bakar untuk energi listrik dan penggunaan batu bara bisa menurun drastis, 50 persen. Otomatis limbah B3 bisa berkurang," tambahnya.

Instalasi listrik berkapasitas 56 ton per jam dengan bahan bakar vinase granule yang dikombinasi dengan batu bara sebagai bahan bakar utamanya dapat menciptakan tekanan sebesar 45 ATA yang dapat menghasilkan 4,9 mega watt energi listrik.

Bekerja sama dengan pabrik di India, Vinase Boiler akan dibangun di areal lahan seluas satu hektare dan tinggi sekitar 80 meter yang akan menghasilkan produksi vinase cair sekitar 1,2 juta liter setiap harinya.

"Kapasitas listrik kita rencanakan untuk bisa 4,9 mega watt. Proses instalasi mesin kita butuh dalam kurun waktu enam bulan dan kami merencanakan beroperasi penuh Januari 2019," pungkas Arief.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help