Pilgub Jatim 2018

Masyarakat Stibubondo Heboh Sambut Khofifah di Pasar Besuki

- Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa blusukan ke Pasar Besuki, Situbondo, Sabtu (12/4/2018).

Masyarakat Stibubondo Heboh Sambut Khofifah di Pasar Besuki
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa blusukan ke Pasar Besuki, Sabtu (12/4/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa blusukan ke Pasar Besuki, Situbondo, Sabtu (12/4/2018).

Untuk kali pertama kampanye di Kabupaten Situbondo, Khofifah ingin menyempatkan diri untuk menengok kondisi pasar tradisional Besuki sekaligus menyapa masyarakat pedagang dan pengunjung yang ada di pasar tersebut.

Belum sampai masuk ke pasar, saat masih berjalan dari Terminal Basuki hendak ke pasar, Khofifah sudah dikerubuti oleh massa pendukung yang heboh ingin bersalam dengan Khofifah.

"Bu Khofifah, saya dukung ibu. Jangan kalah lagi Bu Khofifah," kata salah satu pendukung yang lantang berteriak saat Khofifah menyisir bagian luar pasar.

Baca: Siswa SDN Pakis VIII Keracunan es Kepal Milo dan Omlet Mie, Polisi Amankan Barang Bukti

Menanggapi hal tersebut Khofifah tersenyum dan mengacungkan jari satu. Diikuti sahut sahutan jingle Wis Wayahe yang dinyanyikan oleh Musisi Jalanan dan juga para pendukung Khofifah.

Selama di pasar, Khofifah bersapa dengan pedagang ikan, pedagang daging ayam, pedagang jajanan pasar, pedagang buah, dan juga pedagang sayur di Pasar Besuki.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan Situbondo ini masuk dalam tiga kabupaten kota yang kemiskinannya tertinggi. Dirinya menjelaskan bahwa pasar tradisional harus dikembangkan dan diperbaiki infrastrukturnya agar pembeli bisa menjadi nyaman selama di pasar.

Selain itu solusi yang dicanangkan dalam program Khofifah adalah pembangunn warehouse di dalam pasar tradisional. Warehouse atau gudang itu akan menghilangkan kekhawatiran dan upaya pedagang melakukan penimbunan.

"Saya ingin pasar tradisional itu disiapkan gudang. Gudang ini sebagai proteksi barang agar mereka dapat lebih cepat dengan kualitas terjaga sehingga tidak ada penimbunan oleh pedagang karena gudangnya dekat, di dalam pasar," kata Khofifah.

Dikatakan wanita yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid ini, pedagang menimbun barang karena tidak tenang, apalagi jelang ramadhan.

Jika ada warehouse mereka tidak akan ada alasan untuk menimbun dan tidak ada spekulasi harga barang naik.

Baca: Di Situbondo, Khofifah Sapa Sopir dan Penumpang Bus di Terminal Besuki

Warehouse ini dikatakan Khofifah akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi dengan biaya pengadaan dari pemerintah provinsi. Sehingga pasar-pasar dan juga pedagangnya akan mendapatkan proteksi.

"Selain itu yang juga saya gencarkan adalah penyediaan agen bank penyalur kredit usaha rakyat. Sebanyak 95 persen pasar di Jawa Timur sudah saya kunjungi. Namun saya belum menemukan ada agen bank penyalur KUR," ucap Khofifah.

Pihaknya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan yang berwenang agar ada regulasi agar agen bank pemerintah bisa masuk ke asar tradisional dan menyediakan KUR dengan bunga murah. Yaitu bunga yang hanya 7 persen setahun.

"Ini kredit murah, yang disubsidi oleh pemerintah pusat. Pedagang kita sangat terbantu kalau bisa mengakses KUR, agar tidak terjerat oleh bank rente," pungkas Khofifah. (Surya/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help