Pilgub Jatim 2018

Janjikan Restorasi Untuk Majapahit, Emil Dardak : Satu Bentuk Syukur Atas Anugerah Sejarah

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak kunjungi Mojokerto untuk bertemu komunitas Majapahit Nusantara.

Janjikan Restorasi Untuk Majapahit, Emil Dardak : Satu Bentuk Syukur Atas Anugerah Sejarah
ISTIMEWA
Emil Elestianto Dardak, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, bertemu dengan komunitas Majapahit Nusantara di Trowulan, Mojokerto. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak kunjungi Mojokerto untuk bertemu komunitas Majapahit Nusantara, di Trowulan, Mojokerto, Sabtu (12/5/2018).

Diketahui, komunitas itu melakukan kegiatannya dengan mendedikasikan diri untuk merawat sejarah dan situs peninggalan Majapahit, Trowulan, Mojokerto.

Romo Yogma selaku ketua komunitas mengatakan bahwa program Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak yaitu Nawa Bhakti Satya punya banyak kesamaan seperti yang mereka lakukan selama ini.

"Selamat datang Cawagub Jawa Timur, Emil Dardak. Selama ini saya melihat visi misi dan program Beliau banyak yang cocok," kata Romo Yogma di lokasi, Sabtu (12/5/2018).

Sementara itu, Emil Dardak mengatakan, merestorasi Majapahit baginya sangat penting karena sejarah adalah bagian yang sangat menentukan bagaimana suatu bangsa memandang dirinya sendiri. Indonesia patut bersyukur mendapatkan anugerah pernah memiliki kerajaan besar Majapahit.

Menurutnya salah satu implementasi dari wujud syukur itu adalah terus menggali sedalam-dalamnya potensi yang ada di Trowulan (peninggalan). Apalagi peninggalan budaya dan sejarah Jawa Timur adalah terbesar di Indonesia.

"Sebagai putra Jawa Timur yang bergerak di pemerintahan, merestorasi Majapahit menjadi sesuatu yang penting. Salah satu bentuk syukur atas anugerah sejarah yang besar adalah terus menggali sedalam-dalamnya peninggalan sejarah itu sendiri," tegas Emil.

Lebih lanjut untuk menjaga dan merawat peninggalan besar ini harus ditangani oleh seluruh struktur pemerintahan mulai dari daerah provinsi hingga pusat. Tidak bisa hanya mengandalkan alokasi anggaran daerah namun diperlukan ukuran tangan pemerintah pusat menjadi sangat penting karena Trowulan adalah situs nasional.

"Harus ada upaya terstruktur baik pembangunannya, evennya, aspek kultural, dan komunitasnya yang harus benar-benar intensif mengangkat kembali pamor Trowulan ini. Tak hanya itu harus ada grand design dan master plan dari para ahli agar orang bisa melihat, berangan-angan, bercita-cita dan bisa mewujudkan. Sehingga step demi step terwujudnya kearah situ," pungkasnya.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help