Serangan Bom di Surabaya

Polisi Dibantu Pendekar Amankan Tempat Ibadah di Magetan

Polisi Resor Magetan akan berkoordinasi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror, untuk mengawasi wilayahnya.

Polisi Dibantu Pendekar Amankan Tempat Ibadah di Magetan
SURYA/DONI PRASETYO
Kapolres Magetan AKBP Muslimin didampingi Kapolsek Magetan kota AKP Muh Munir Palevi keliling memeriksa kesiapan personil Polri yang menjaga di Gereja Regina Pacis, di Desa Tawanganom, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Minggu (13/5-2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Polisi Resor Magetan akan berkoordinasi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror, untuk mengawasi wilayahnya yang ditengarai terkait dengan jaringan teroris itu.

"Ya untuk itu, sementara masih terus dilakukan monitor dan koordinasi dengan Polisi lain atau Densus 88, ini informasi dengan tingkat atas, kalau ada jaringan itu di wilayah ini (Magetan)," kata Kapolres Magetan AKBP Muslimin kepada Surya, sebelum berangkat Inspeksi penjagaan tempat ibadah di wilayah hukumnya, Minggu (13/5-2018).

Dengan kejadian ini, lanjut Kapolres, Polri bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Magetan, untuk menciptakan Keamanan, Ketertiban di masyarakat (Kamtibmas) di Magetan.

"Kami sangat senang dan gembira dengan komitmen rekan rekan dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), untuk ikut menjaga, mengamankan wilayah Kabupaten Magetan,"ujar AKBP Muslimin.

Muslimin beraharap, komitmen elemen masyarakat termasuk dari PSHT ini mengamankan dan menjaga wilayah Kabupaten Magetan bersama aparat TNI bisa terus dilakukan sampai kapan pun.

"Mudah mudahan komitmen menjaga wilayah ini khususnya Kabupaten Magetan tidak hanya sebatas menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan sesudahnya, tapi sampai seterusnya kita bisa tetep bersinergi TNI/Polri dan elemen masyarakat mengamankan wilayah kita (Magetan),"katanya.

Menurut Kapolres Muslimin, prosedur tetap (Protap) untuk mengamankan tempat ibadah tetap dilakukan, baik sebelum maupun setelah peristiwa pengeboman tiga gereja di Surabaya yang menewaskan warga sipil dan dua anggora Polri itu.

"Sebelum ada peristiwa teror di Surabaya, kita sudah melakukan terus pengamanan, dan koordinasi dengan satuan tugas (Satgas) tempat ibadah setempat, tapi saat ini keamanan itu kita pertebal, dengan menambah jumlah personil,"kata Muslimin.

Lebih lanjut AKBP Muslimin menyebutkan, saat ini selain melibatkan elemen masyarakat, Polri juga meminta bantuan kepad TNI, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, Satpol PP dan pimpinan daerah lain.

"Mudah mudah dengan sinerginya TNI/Polri dengan seluruh elemen masyarakat, Kamtibmas semakin kondusif, dan terkendali. Jangan sampai terulang kasus keji itu, karena di agama apapun, perbuatan seperti itu tidak dibenarkan,"tandas Kapolres Magetan AKBP Muslimin. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Edwin Fajerial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help