Serangan Bom di Surabaya

Arifin Pegawai Kantor Pos Malang Tidak Ngantor Hari Ini

Setelah garis polisi dilepas, rumah M Arifin (50) di Jalan Kapi Sraba, Pakis, Kabupaten Malang terlihat lengang, Selasa (15/5/2018)

Arifin  Pegawai Kantor Pos Malang Tidak Ngantor Hari Ini
Benni Indo/Surya
Fahmi berada di depan rumah M Arifin yang sudah tidak ada garis polisinya, Selasa (15/5/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Setelah garis polisi dilepas, rumah M Arifin (50) di Jalan Kapi Sraba, Pakis, Kabupaten Malang terlihat lengang, Selasa (15/5/2018) sekitar pukul 10.15 wib. Tidak terlihat aktivitas di depan maupun dalam rumah.

Pantauan Surya (tribunajtim.com) di lokasi, ada sebuah sepeda motor yang diparkir di dalam halaman rumah. Halaman rumahnya juga terlihat berantakan.

M Arifin adalah pegawai di Kantor Pos Malang. Kepala Kantor Pos Malang Agus Aribowo mengatakan, Arifin bekerja di staf antaran khusus bagian PO BOX.

Arifin sudah lama bekerja di Kantor Pos Malang, bahkan sebelum Agus menjadi kepala sejak setahun sebulan yang lalu.

Namun pasca peristiwa kemarin sore, Arifin belum masuk kerja pada Selasa. Agus memaklumi kalau Arifin belum masuk.

Petugas Kantor Pos juga membuatkan surat cuti untuk Arifin.

Baca: Garis Polisi di Rumah Pria di Kota Malang ini Dilepas

"Kami memahami, dia pasti tertekan. Pak Arifin perlu istirahat dulu," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/5/2018).

Nomor telefon Arifin juga tidak tersambung ketika ditelfon Agus.

Agus juga menceritakan kalau baru saja ia didatangi polisi. Polisi telah mengkonfirmasi kalau Arifin tidak terlibat jaringan teroris.

"Hari ini pun petugas juga menjelaskan posisinya. Pak Arifin tidak ada keterkaitannya baik unsur maupun jaringan terorisme," tegasnya.

Berdasarkan keterangan yang ia dapat dari petugas, Arifin kaget saat diamankan petugas. Tangannya bergetar ketika dimintai keterangan petugas.

Baca: Keluarga Terduga Teroris di Singosari Dikenal Tertutup, Tetangga: Gak Pernah Bicara sama Lainnya

"Kata petugas tadi begitu, tangannya bergetar," imbuhnya.

Agus dan pegawai Kantor Pos berharap Arifin bisa kembali bekerja seperti biasa. Ia meyakini Arifin memang tidak terlibat.

"Kemarin sudah saya sampaikan ke kawan-kawan di grup. Tentu kita terima baik-baik. Kita doakan bersama, dan meskipun awalnya prihatin tapi lalu alhamdulillah tidak terbukti," ujar lelaki asli Pare, Kediri itu. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help