Polisi Jombang Beri Pemahaman ke Pendeta, Teroris adalah Musuh Bersama

Pasca pengeboman sejumlah gereja di Surabaya Jawa Timur, Polres Jombang berdialog dengan pemuka agama kristen protestan dan katolik

Polisi Jombang Beri Pemahaman ke Pendeta, Teroris adalah Musuh Bersama
Surya/Sutono
Dialog Kapolres Jombang AKBP Fadli dengan perwakilan pendeta dan melakukan doa bersama 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Pasca pengeboman sejumlah gereja di Surabaya  dan Sidoarjo Jawa Timur, Polres Jombang mengadakan dialog dengan pemuka agama kristen protestan dan katolik yang ada di kabupaten jombang.

Hal ini dilakukan guna menjaga kodusifitas dan stabilitas keamanan di Kabupaten Jombang.

Pertemuan yang diadakan di Gereja Allah Baik (GAB) Sejahtera Jombang di Ruko Simpang Tiga, Jalan Abdurahman Wahid Jombang, dihadiri oleh seluruh perwakilan pendeta di Kabupaten Jombang.

"Dalam dialog ini, kita akan meningkatkan pola keamanan tempat ibadah yang ada di Kabupaten Jombang," ujar Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto usai dialog, Selasa (15/5/2018).

Baca: Anak Anton Febrianto Ada yang Tolak Doktrin Jadi Teroris, Hidup Berbanding Terbalik dari Ayah-Ibunya

Ia juga meminta, agar masyarakat untuk sepenuhnya mempercayakan proses penindakan dan penegakan hukum para terduga teroris kepada aparat kepolisian.

Selain itu Fadli meminta agar para pendeta menenangkan para jamaat dan menyampaikan kepada jamaat bahwa terorisme bukan bagian dari ajaran islam.

Baca: Jemaah GKI Diponegoro Mulai Mengambil Kendaraannya Usai Kepolisian Membuka Police Line

"Teroris tidak ada hubungan dengan Islam, dan bukan ajaran Islam serta Teroris adalah musuh bersama dalam sisi kemanusiaan," tegasnya.(Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help