Home »

Bisnis

» Makro

Serangan Bom di Surabaya

2 Hari Kejadian Ledakan Bom di Surabaya, Ritel Kehilangan Omzet hingga 33,9 Miliar

Untuk menggairahkan kembali masyarakat berbelanja pasca kejadian ledakan bom, pihaknya akan melakukan pemasangan banner.

2 Hari Kejadian Ledakan Bom di Surabaya, Ritel Kehilangan Omzet hingga 33,9 Miliar
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER
Koordinator Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Wilayah Indonesia Timur, bersama Ketua Aprindo Jatim, Aprilia Wahyu Widarti, usai konferensi pers terkait kondisi ritel di Surabaya pasca ledakan bom, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, Aprilia Wahyu Widarti mengatakan, pelaku usaha ritel yang tergabung dalam Aprindo mengakui kehilangan omzet mencapai 33,9 miliar.

Hal ini pasca kejadian ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Kisah Pilu Nuchin, Korban Bom Bunuh Diri di GPPS Arjuno, Sempat Salat Duha Sebelum ke Pasar Loak

Besaran omzet tersebut gabungan dari seluruh format ritel di Surabaya dan Sidoarjo.

Seperti, supermaket, hypermart, minimarket, dan departement store.

"Kalau untuk presentase penurunan penjualan ritel yang tergabung dengan mall itu sebesar 70 persen," ujarnya saat konferensi pers Aprindo di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, terkait kondisi ritel pasca ledakan bom, Rabu (16/5/2018).

6 Hal yang Dialami Risma Sepanjang Teror Bom di Surabaya, Aksinya di Jalan Menguras Air Mata

Aprilia mengatakan, untuk menggairahkan kembali masyarakat berbelanja pasca kejadian ledakan bom, pihaknya akan melakukan pemasangan banner sebagai satu di antara bentuk recovery.

"Beberapa pelaku usaha ritel juga telah mempersiapkan promo-promo khusus. Apalagi besok sudah memasuki bulan puasa," katanya.

Menurutnya, minggu pertama di bulan puasa merupakan peak season di mana gairah masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari meningkat.

Sehingga, diperlukan strategi khusus untuk mengembalikan kondisi ritel pasca ledakan bom.

6 Fakta Serangan Terduga Teroris di Mapolda Riau, dari Kronologi Kejadian hingga Bawa-bawa Samurai

"Kami berharap kondisi pulih kembali. Masyarakat kembali berbelanja paling tidak belanja ke ritel paling terdekat. Kami juga sudah melipatgandakan keamanan di mall demi kenyamanan masyarakat," ujarnya.

Koordinator Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Wilayah Indonesia Timur, Abraham Ibnu mengatakan, Aprindo menargetkan penjualan ritel tahun ini bisa meningkat di kisaran 13-14 persen.

"Kuartal I 2018 kondisi masih oke. Namun memasuki Kuartal II ini belum tahu. Apalagi ini kemarin baru saja ada goncangan. Nah, untuk melihat berhasil atau tidaknya targetan itu, kami masih melihat kondisi Kuartal II ini bagaimana," paparnya.

Pasca Bom Surabaya, Anak-anak Ini Bawa Kardus Bukan Cari Sumbangan, Tapi Lakukan Aksi Mengharukan!

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help